Sabtu, 26 Oktober 2013

Menjadi Pribadi Percaya Diri



 Untuk menjadi pribadi yang percaya diri itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Kepercayaan diri itu sebenarnya mulai dibentuk semenjak kecil, dimana didikan dari orangtua dan lingkungan dalam hal ini sangat berpengaruh sekali. 

Rekaman pikiran bawah sadar terhadap penerimaan diri seseorang dan respon mereka terhadapnyalah yang tiada henti kemudian menjadikan seseorang itu percaya diri atau tidak. 

Ibaratnya suatu penyakit yang telah menahun, maka untuk kesembuhannya akan membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran. Makanya,kabar baiknya percaya diri itu ternyata dapat dibentuk, diubah dan dioptimalkan.
Berikut ini cara menghilangkan rasa tidak percaya diri, minder dan pemalu:

1. Apa yang menyebabkan kita merasa tidak pede, minder dan rendah diri?
Karena merasa banyak kekurangan? Karena merasa tidak mampu melakukan apa yang orang lain bisa lakukan? Stop! Kita tidak harus selalu memandang ke atas, Sob. Kita juga tidak perlu menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri dan itu sudah cukup menyenangkan. Mengenali potensi diri dan mengembangkannya adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri. Jadi, mulai sekarang say good bye sama yang namanya malu atau minder!

2. Siapa saja orang yang membuat kita tidak pede, malu dan minder?
Orang-orang yang baru kita kenal? Orang-orang yang punya derajat lebih tinggi dari kita? Oke, mulailah dengan mengubah cara berfikir bahwa setiap manusia adalah sama. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bahkan untuk orang-orang yang kita anggap sempurna. Mereka sama seperti kita, maka tidak ada alasan untuk merasa minder. 

3. Berhentilah memikirkan kekurangan-kekuranganmu diri
Terimalah diri kita apa adanya, Sob. Jadikan kekurangan sebagai kelebihan. Tukul Arwana adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Lihat, bagaimana dia memaksimalkan kekurangannnya menjadi kelebihan yang justru tidak dimiliki orang lain. Selalu menutupi kekurangan hanya akan membuat kita semakin terpuruk dalam sikap minder dan rendah diri.

4. Memperluas pergaulan
Bergaullah dengan orang-orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Pelajari cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Cara mereka berkenalan dengan orang baru, cara mereka memperlakukan orang lain, cara menyikapi sebuah masalah, cara mengatasi situasi, dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan praktekkan sendiri.

5. Mulailah belajar bertanya kepada orang baru
Belajar bertanya? Yups, bagi orang yang percaya diri, bertanya kepada orang baru bukan sebuah masalah besar. Tapi, keadaan berbeda dengan orang yang kurang percaya diri. Rata-rata dari mereka jarang sekali memulai pembicaraan atau sebuah pertanyaan. Hal ini hanya bisa dimengerti oleh orang yang sama-sama tidak percaya diri.

6. Perhatikan penampilan
Mulailah memperhatikan penampilan kita terutama saat keluar dari rumah. Penampilan yang baik dan maksimal dapat membantu lho meningkatkan rasa percaya diri. Insya Allah tidak akan merasa minder dan malu saat bertemu dengan orang lain karena kita sudah tampil all out. Menampilkan yang terbaik.

7. Selalu bersikap tenang
Kesalahan utama orang-orang yang tidak pede adalah kurangnya self control (pengendalian diri). Terutama jika berada dalam situasi yang tertekan dan asing. Grogi, cemas, salah tingkah, berkeringat adalah beberapa indikasi seseorang sedang berada dalam tekanan. Sebenarnya hal itu bisa diatasi dengan beberapa tips ringan. Mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan akan membuat kita merasa sedikit lebih rileks dan tenang.

Singkirkan imajinasi negatif mengenai apa yang sedang kita hadapi. Hilangkan pemikiran bahwa orang-orang sedang memperhatikan kita dan berfikir negatif tentang kita. Faktanya, semua berjalan biasa-biasa saja tidak seperti apa yang kita fikirkan. Semua hal negatif itu hanya ada dalam imajinasi kita saja.

8. Coba sesuatu yang baru
Sering mencoba hal-hal baru akan lebih membuka wawasan serta pandangan tentang hidup dan kehidupan, yang pada akhirnya akan memberi kita sebuah pemahaman bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semua manusia adalah sama. Kita punya kekurangan mereka juga. Mereka punya kelebihan kita pun memilikinya. Mereka bisa, maka kita juga bisa!

Terakhir, ingat yang ini, Sob: "Keterbatasan hanyalah sebuah kesalahan dalam cara kita berfikir."
Baca SelengkapnyaMenjadi Pribadi Percaya Diri

Benahi Diri dengan Shalat Tepat Waktu


Seorang Bapak berbincang dengan penjaga keamanan.
 
Penanya : “Kerja disini digaji pak?”
Satpam : “Iya dong pak.”
Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang nggak punya pekerjaan apalagi digaji”
Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan Pak, sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”
Penanya : “Ooo begitu ya Pak. Ohya, sudah sholat Pak?”
Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.”
Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya Ashar. Kalau Bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu sholat, rata-rata Bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu Bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun Bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun Bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 23.520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang Bapak merasa bosan itu, Bapak telah kehilangan 3 tahun menunda sholat.”
Satpam : “Wah, iya-ya Pak. Banyak banget ya.”
Penanya : “Iya Pak. Wajar kalau rezeki Bapak tertunda juga.”
Satpam: (Merenung)
Penanya : “Sholat tepat waktu yuk Pak. Kalau sudah bisa, sholatlah berjama’ah, kalau sudah bisa, tambahkan dengan yang sunah, kalau sudah bisa, lengkapi dengan sholat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah.”
Satpam : “Iya Pak, astaghfirullah. Jadi selama ini saya sendiri yang menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”
 Sering nunda shalat ya, Sob? Sama nih... makanya kudu sama-sama berbenah yuk!
Memang ada banyak faktor yang membuat kita suka menunda-nunda shalat, mulai dari faktor internal semacam rasa malas, merasa nanggung, lagi laper, ketiduran, dan badmood, sampai faktor eksternal seperti terjebak macet, masih rapat, jaga dagangan, film lagi seru-serunya, deadline kerja, asyik ngobrol, dllsb.
Padahal shalat merupakan persoalan pertama yang akan ditanyakan oleh Allah di pengadilan akhirat kelak lho, mustinya shalat menjadi sumber motivasi utama bagi seorang muslim untuk jalani kehidupan. Bahkan shalat juga bisa menjadi indikasi diri seseorang Sob. Kalau shalat seseorang itu benar (tepat waktu, rukun terpenuhi, khusyu), insya Allah semua aktivitas orang itu benar juga, tapi kalau shalatnya aja udah bermasalah (bolong-bolong, ga tepat waktu, wudhu asal-asalan, pakaian terkena najis, nggak sampai satu menit udah salam), bisa jadi aktivitasnya di luar itu juga banyak masalahnya.
Abul Aliyah mengatakan, “Aku akan bepergian beberapa hari untuk menemui seseorang, dan yang pertama kali akan kulihat darinya yaitu shalatnya. Jika ia mendirikan shalat dengan sempurna dan tepat waktu, maka aku akan bersamanya, dan mengambil ilmu darinya. Jika kutemukan ia tidak mempedulikan shalat, maka aku akan meninggalkannya dan mengatakan kepada diriku bahwa selain daripada itu (shalat), pastilah dia lebih tidak peduli lagi”
Coba perhatiin deh Sob, kalau kita niat tepat waktu... apapun pasti bisa terlaksana kan? Nonton bola tengah malam aja bisa kebangun tepat waktu kalau emang niat. Sama juga dengan shalat, kalau kita meniatkan shalat tepat waktu, sebenarnya kita sekaligus memotivasi diri kita untuk disiplin, patuh prioritas, pandai memanajemen waktu, dan memelihara kesehatan looh. Gak percaya?
  1. Disiplin
    Orang Indonesia kan terkenal banget tukang ngaret tuh, mungkin cara awal menjadikan kita semua sebagai manusia disiplin adalah dengan terlebih dahulu disiplin shalat tepat waktu.
    Shalat tepat waktu itu berarti shalat begitu masuk waktunya yang ditandai oleh azan. Dengan demikian, azan merupakan alarm, tiap kali mendengar azan, semestinya kita langsung menghentikan semua aktivitas dan bergegas untuk melaksanakan shalat Sob.
    Akan tetapi, agar kita mau disiplin shalat tepat waktu, yang pertama harus diubah adalah mindset kita terlebih dahulu. Kenapa sih harus shalat tepat waktu?
    Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
    Subhanallah Sob, bahkan shalat tepat waktu bernilai lebih tinggi dibandingkan berjihad di jalan Allah dan berbakti pada orangtua! Dengan demikian, buat kita yang mengaku ingin berjihad alias bersungguh-sungguh dan ingin senantiasa berbakti pada orangtua tapi ternyata shalatnya gak tepat waktu, sama saja omong kosong.
    Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala Azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
    Utsman bin ‘Affan RA berkata; “Barang siapa selalu mengerjakan shalat lima waktu tepat pada waktu utamanya, maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu :
  1. Dicintai Allah
  2. Badannya selalu sehat;
  3. Keberadaannya selalu dijaga malaikat;
  4. Rumahnya diberkahi;
  5. Wajahnya menampakkan jati diri orang shalih;
  6. Hatinya dilunakkan oleh Allah;
  7. Dia akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat;
  8. dia akan diselamatkan Allah dari api neraka;
  9. Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati”

    Mulai niatkan hati untuk langsung bergerak wudhu begitu mendengar azan berkumandang yuk Sob!
2. Patuh Prioritas
Kalau kita sudah mencamkan dalam hati bahwa shalat tepat waktu menghadap Allah merupakan prioritas utama, maka otomatis kita akan menjadikan klien kita, teman kita, rekan kerja kita, anak kita, juga barang dagangan kita, sebagai prioritas setelah itu.
Yang terjadi selama ini kan sebaliknya, kita 'seolah-olah' menganggap Allah bisa dinomorduakan, jadi kita dengan entengnya menunda pelaksanaan shalat kita. Na'udzubillah.
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: “Yang pertama dihisab dari amalan hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, ia beruntung dan selamat. Akan tetapi jika shalatnya kurang, ia merugi.” (Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan)
Mulai prioritaskan menghadap Allah sebagai jadwal terpenting! Ibaratnya dipanggil menghadap presiden, kita pasti langsung melupakan semua janji dengan teman, sms dengan pacar, bbm-an dengan rekan-rekan, kita pasti langsung siap sedia menghadap panggilan presiden bukan? Mengapa kita tidak bersikap seperti itu saat mendengar seruan untuk menghadap Allah? Dzolimnya kita yaa Sob.
3. Pandai Manajemen Waktu
Mencanangkan shalat tepat waktu juga merupakan motivasi besar agar kita lebih pandai memanajemen waktu, Sob. Misalnya kita setiap hari pulang kerja/kuliah/sekolah jam 5 sore, biasanya tidak bisa shalat Maghrib tepat waktu karena terkena macet. Nah, coba atur siasat bagaimana agar kita tetap bisa shalat tepat waktu, apakah memundurkan waktu kepulangan, atau justru memajukannya? Atau berhenti dulu di pertengahan jalan menuju rumah? Atau malah shalat di kendaraan.
Bagi yang susah shalat Dzuhur karena biasanya dikalahkan oleh rasa lapar yang mendera. Coba siasati dengan cara membawa cemilan berupa roti yang bisa mengganjal sementara perut agar tetap bisa melaksanakan shalat seusai azan.
Kalau kita konsisten melaksanakan shalat tepat waktu, insya Allah manajemen waktu kita juga akan semakin baik.
4. Memelihara Kesehatan
Sobat Blog Hot Motivasi, keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan, soalnya... orang-orang yang shalatnya di akhir waktu biasanya kan grasak-grusuk, gak tenang, terburu-buru, akibatnya gerakan shalat yang dilakukan asal jadi saja, nah... kalau shalat tepat waktu dengan gerakan shalat yang sesuai pakemnya, ada beberapa manfaat gerakan shalat untuk kesehatan antara lain:

Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot- otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostat dapat dicegah.

I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ- organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara 2 sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

 Subhanallah Sobat Blog Hot Motivasi, kalau gerakan shalat mengandung sedemikian banyak manfaat, mengapa kita malah sering menunda untuk melakukannya dan tergesa-gesa saat melaksanakannya? Yuuk mulai laksanakan shalat tepat waktu, prioritaskan jadwal shalat di atas jadwal lainnya! Semoga Allah juga memprioritaskan diri kita dan mudah dalam mengabulkan doa-doa kita 

 
Baca SelengkapnyaBenahi Diri dengan Shalat Tepat Waktu

Rokok dan Kita



Mengapa kita menjadi seorang perokok? Ok, walaupun kita bukanlah seorang perokok, mengapa seringkali kita tergoda untuk merokok? Atau setidaknya mengapa kita memiliki pandangan biasa bahkan positif tentang rokok? Jawabannya, karena kita adalah target utama industri rokok. 

Yup, industri rokok telah berhasil membentuk image positif di mata remaja. Berapa orang dari kita yang tahu bahwa rokok yang dikemas dengan citra keren, gaul, dan pemberani adalah pembunuh no.1 terbesar di dunia? Siapa yang tahu bahwa negara kita, yang sering menggunakan icon-icon orang ternama dalam mengiklankan rokok, adalah negara no.3 terbesar di dunia untuk konsumen barang yang mengandung 4000 bahan berbahaya ini? Siapa pula yang tahu bahwa rokok yang terkenal sangat baik hati mensponsori kegiatan-kegiatan di seantero nusantara ini membunuh 1172 jiwa setiap harinya? Dan siapa yang tahu, sementara para perokok meregang nyawa, industri rokok justru sedang menuai untung yang berlimpah ruah? 

Kita, para remaja, adalah target utama rokok. Melalui iklan, promosi, dan sponsorship, industri rokok tidak pernah lelah menjerat kita menjadi perokok pemula. Dengan semua bentuk materi iklan yang dekat dengan dunia anak muda, industri rokok secara perlahan tapi pasti menginginkan kita menggantikan posisi perokok yang sudah meninggal. 

Mereka telah berhasil menguasai hampir semua industri yang erat hubungannya dengan kita. Lihat saja industri musik, film, dan olahraga yang tidak pernah lepas dari rokok. Seakan mereka peduli dengan perkembangan di Indonesia, padahal ini adalah strategi iklan terselubung yang mereka lakukan. 

Mereka telah berhasil menuntun targetnya untuk menjadi pembelanya. Banyak remaja yang tidak sadar telah dibohongi oleh industri rokok alih-alih malah menjadi perpanjangan tangan agar temannya ikut-ikutan merokok. 

Sayangnya mereka telah berhasil membodohi kita. Tapi akan lebih disayangkan kalau kita sebagai remaja yang sudah jelas-jelas dibodohi industri rokok hanya diam saja tanpa perlawanan apapun. Kita tunjukkan ke mereka bahwa kita tidak sebodoh apa yang mereka kira. Guys, kita tidak sebodoh itu kan?

Rokok sudah menjadi hal yang tidak asing di jaman sekarang baik untuk kaum lelaki dan perempuan, bahkan rokok menjadi hal yang wajib untuk kaum lelaki. Tidak merokok seperti ada yang kurang dalam hidup. Rokok adalah benda beracun yang memiliki efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Padahal di balik kegunaan rokok tersebut, rokok membawa dampak yang buruk bagi pengguna ataupun orang yang berada di dekatnya. Asap rokok kurang lebih mengandung 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam rokok adalah: tar, nikotin, karbonmonoksida, dll.

Meskipun banyak dari kita yang sudah mengetahui secara jelas bahaya merokok, tapi kebiasaan itu tetap dilakukan. Bukan hanya laki-laki yang rutin untuk merokok, perempuan pun sekarang sudah “mengikuti” perkembangan dengan merokok. Ada yang beralasan pusing jika tidak merokok, ikut ikutan/ gaya gayaan, atau untuk lebih percaya diri. Ada beberapa upaya pemerintah yang dilakukan dalam mengurangi atau pencegahan bahaya merokok, seperti akan didenda atau dikenakan hukuman penjara jika merokok di tempat umum, tapi hingga sekarang peraturan tersebut seperti diabaikan dan tidak efektif dalam prakteknya, terkesan hanya bersifat sementara. Padahal di dalam kandungan rokok terdapat gas dan partikel yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Merokok merupakan kegiatan yang seharusnya bisa tidak dilakukan manusia karena mengorbankan uang, kehidupan social, kesehatan, persepsi positif dan lainnya. Selain karena sangat berbahaya bagi diri sendiri, orang lain yang tidak merokok pun akan terkena dampak kesehatan yang tidak baik jika berada di dekat seorang perokok, terutama anak kecil yang kondisi fisiknya belum terhitung stabil dan bagus untuk anak seusianya yang harus sudah menghirup asap yang tidak baik bagi kesehatan tubuhnya.

Nah, untuk Sobat Blog Hot Motivasi yang sudah terlanjur terjerat rokok, berikut beberapa tips untuk berhenti dari kecanduan merokok, merujuk dari Dokter Pankaj Chaturvedi, duta anti rokok dari Rumah Sakit Tata Memorial Hospital, Mumbai, India:

1. Umumkan kepada orang-orang terdekat ihwal tanggal dimulainya kita berhenti merokok. Mereka akan menjadi pihak pertama yang menegur jika kita mulai mencoba-coba mendekati apa pun yang berhubungan dengan rokok.

2. Ambil tantangan selama beberapa hari mendatang. Misalnya, kita ditantang oleh orang-orang sekitar untuk berhenti merokok beberapa hari. Hadapi tantangan itu, siapa tahu malah bisa menjadi suatu kebiasaan.

3. Pindah ke tempat lain jika lingkungan tidak mendukung dalam berhenti merokok, baik itu lingkungan kerja maupun tempat tinggal. Biasanya langkah ini diambil apabila pengaruh lingkungan sudah sangat ekstrem, misalnya ada ancaman kalau berhenti merokok.

4. Jangan katakan “Saya tidak bisa.” Pada dasarnya semua orang bisa berhenti merokok. Kenikmatan yang didapat saat merokok hanyalah sugesti, dan sugesti dapat dihentikan dengan kekuatan pikiran.

5. Cobalah berhenti merokok pada tiga hari pertama. Menurut penelitian Pankaj, dengan melakukannya, sebanyak 80 persen responden bisa berhenti merokok pada hari-hari selanjutnya.

Oke, Sob, mudah-mudahani kita dapat semakin sadar dan menyadarkan orang terdekat akan bahaya rokok. Jangan takut dibilang banci hanya karena kita mau bebas dari rokok. Faktanya, para banci justru merupakan perokok aktif. 

Ayo bebaskan bumi kita dari asap rokok! ^___^
Baca SelengkapnyaRokok dan Kita

Galau? Dibikin Positif Aja



Kalau kita perhatikan... remaja saat ini sedang ‘hip’ banget ya sama kata galau, dimana-mana pasti ngomongin galau. Terlebih di jejaring sosial seperti twitter dan facebook, ada saja setiap harinya yang nge-tweet atau nge-post nada-nada kegalauan seperti ‘makin galau nih', 'aduh lagi galau nih gue’. Jadi penasaran nggak sih... sebenarnya, apa sih arti kata galau itu sendiri?

Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV Th.2008 berarti kacau atau pikiran sedang kacau tak karuan. Dari arti tersebutlah, remaja dan anak muda saat ini yang sedang memikirkan sesuatu sering menganggap dirinya sedang galau. Sebenarnya galau itu memiliki banyak definisi, tapi lebih tepatnya Galau adalah suatu keadaan di mana seseorang sedang memikirkan suatu masalah secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan sehingga menimbulkan efek emosi yang labil, pikiran pusing, bahkan mendadak insomnia.

Sebenarnya perasaan galau itu muncul karena banyak faktor, anak muda saat ini kebanyakan galau karena cinta, tiba-tiba cinta datang, jadi galau, tiba-tiba cinta pergi, makin galau. Terdapat beberapa faktor yang sebenarnya memunculkan perasaan galau, di antaranya:

1.Jejaring Sosial
Jejaring sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar saat ini untuk perkembangan psikologis anak muda di Indonesia. Ada ungkapan ‘Everytime is Tweet’, setiap hal yang dilakukan dan dipikirkan selalu di-tweet di Twitter atau diupdate di Facebook bahkan BBM (Blackberry Messenger). Segala sesuatunya dishare ke teman-teman, padahal kan masalah yang kita pikir besar belum tentu sebesar masalah orang lain, kan, Sob? Lebih parahnya lagi... dengan tiap saat share di jejaring sosial justru kita akan semakin memikirkan masalah itu, sampai menjadi galau berlipat-lipat. Percaya deh!

2.Kurang Teman
Kamu yang sedang menghadapi masalah tapi nggak punya teman untuk diajak curhat, atau kurang memiliki teman karena kurang pergaulan, atau tidak memercayai temanmu untuk diajak curhat, beware, Sob! Hal-hal seperti itu lah yang akan membuat perasaan galau itu muncul. Kenapa? Karena hanya akan memendam masalah itu sendiri dan nggak tahu bagaimana solusi untuk mengatasinya. Buang-buang energi deh...

3.Jarang Ibadah
Masalah yang kita hadapi sejatinya merupakan cobaan dari Allah Swt, tapi apabila masalah tersebut hanya membuat kita mengeluh, dan mengeluh terhadap orang lain tanpa diimbangi dengan ibadah kepada Allah akan membuat perasaan galau itu muncul dan akan semakin nyata. Hiii, serem!

4.Tayangan media
Perkembangan media yang sangat pesat menyebabkan kita hampir setiap waktu disuguhkan dengan tayangan kurang mutu seperti sinetron, entah itu diambil dari kisah nyata atau fiksi belaka. Sinetron yang bercerita tentang cinta, tahta, harta dan wanita yang disuguhkan kepada kita dan membuat penontonnya terbawa akan mengakibatkan mental menjadi lemah. Sehingga ketika suatu masalah menimpa, kita akan mudah menyerah dan gampang emosi. Pada akhirnya... perasaan galau itu akan menghinggapi diri kita.

So, untuk itu jangan biarkan galau hinggap pada diri kita. Saat galau melanda, mungkin dapat melakukan hal-hal yang lebih positif, dintaranya:

1. Mendekatkan diri kepada Allah
Masalah yang kita hadapi dan membuat piiran menjadi kacau akan jauh lebih baik jika diceritakan semuanya kepada Allah. Hati akan terasa lebih lega karena mampu memasrahkan dan mengikhlaskan segalanya. Tapi ingat loh Sob, jangan hanya saat galau saja jadi rajin beribadah, tapi juga setiap waktunya. Jika sedang dilanda kegalauan, bisa baca doa pengusir galau berikut :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ،وَابْنُ عَبْدِكَ،وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwalaka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awis ta’ tsar ta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robbii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

Artinya:
“Ya Allah... Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.

2. Mendekatkan diri kepada keluarga
Keluarga adalah tempat kita mengadu selain kepada Allah, semua masalah bisa kita curhatin ke orangtua, kakak, adik atau saudara yang lain. Misalnya punya masalah dengan pacar atau mantan pacar, pastikan lebih ingat kepada keluarga daripada yang lain. Apalagi orangtua, pasti akan memberikan solusi terbaik untuk membantu memecahkan masalah anak-anaknya.

3. Perbanyak teman dan pergaulan
Jangan pernah berlarut-larut dengan masalah yang membuat kita semakin galau. Lihatlah di sekitar, banyak orang-orang yang pastinya selalu ada buat kita, contohnya teman-teman sepermainan. Dengan berkumpul bersama teman, kita bisa sharing masalah. Atau bertemu dengan teman-teman baru dan memperluas pergaulan dengan ikut komunitas, pengajian rutin dan sejenisnya yang membawa dampak positif untuk kita.

4. Beralihlah ke hobi
Solusi ini biasanya paling banyak dilakukan. Biar rasa galau itu hilang lebih baik melampiaskannya ke hobi yang kita sukai, misalnya hunting foto, travelling, dengerin musik, main sepeda, bikin kerajinan dan lain sebagainya yang dapat membuat kita lupa dengan kegalauan yang sedang dihadapi.

5. Mengonsumsi Cokelat atau Makanan yang Disukai
Galau ternyata juga dapat menyebabkan kita menjadi stress lho. Nah, buat yang sedang galau coba deh makan cokelat, karena kandungan dalam cokelat dapat berfungsi sebagai penenang, jadi bisa lebih tenang dan nggak sampai pada tingkat stress, gitu. Selain itu, bisa juga wisata kuliner dengan makan makanan yang disukai agar rasa galau kian berkurang.
 
6. Relaksasikan Tubuh
Penting juga untuk bisa merelaksasikan tubuh saat galau dengan yoga. Misalnya, menarik nafas panjang, tahan lalu keluarkan perlahan setiap merasa tidak tenang atau cuci muka/berwudhu dan merebahkan diri di sofa atau matras.

7. Menulis
Cobalah menuliskan kegalauan di diary atau selembar kertas jika emang nggak bisa sharing dengan orang lain.

8. Menonton Film
Cobalah menonton film untuk menghilangkan rasa galau, kalau bisa tontonlah film bergenre komedi agar bisa tertwa lepas.

Galau itu dapat menghancurkan kita kalau nggak dapat mengatasinya dan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang negatif. Jangan jadikan galaumu sebagai boomerang bagimu. 

Oke nggak, Sob? ^__^
Baca SelengkapnyaGalau? Dibikin Positif Aja

Bekal Sukses Meniti Cita-cita: Sabar!


Di waktu kecil dulu, kita sering ditanya oleh orang tua atau kakek nenek. “Kamu kalau sudah besar ingin jadi apa ?” Atau, “Cu, kalau udah gede ingin jadi apa ?” Pasti kebanyakan jawaban yang muncul: ingin jadi pilot, dokter, guru, insinyur dan sebagainya.

Padahal kalau difikir-fikir, kita belum menyadari sepenuhnya, apa yang sedang ditanyakan oleh mereka dan jawaban yang kita berikan, karena informasi itu kita dapat dari teman, tetangga, saudara, atau lewat radio dan televisi. Seiring dengan perjalanan waktu, kita mulai mencari tahu apa makna pertanyaan dan jawaban tersebut. Nah... istilah itu tuh yang disebut cita-cita atau keinginan.

Semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa ternyata hidup ini memerlukan sebuah cita-cita, yang menjadi kunci power dan kekuatan dalam hidup. Karena dengan adanya cita-cita dan keingin, hidup menjadi bersemangat bahkan nggak jarang orang melakukan apa saja demi mencapai cita-cita dan keinginannya. Seolah-olah cita-cita dan keinginan ini adalah sebuah hal yang sangat spesial dalam hidup ini. Betul kan?

Ada orang yang hampir 24 jam habis menggunakan waktunya dalam rangka mempersiapkan sesuatu yang ingin diraihnya. Kadang mereka rela waktu makan tidak teratur asal cita-cita dan keinginannya tercapai. Tentu banyak suka dan duka dalam meraih cita-cita dan keinginan yang tiap orang berbeda-beda suka dukanya.

Namun adakah cara yang lebih cepat dan mudah dan efektif dalam rangka meraih cita-cita dan keinginan itu? Jawabannya tentu ada!

- Cara Instant atau cepat. Adalah suatu cara yang dipakai untuk sesegera mungkin dapat meraih apa yang dicita-citakan, Namun cara ini sering tidak betul dan cendrung menghalalkan segala cara yang pada akhirnya dapat merusak diri sendiri.

- Cara kesabaran adalah cara di mana setiap hal memerlukan proses yang harus dilaluinya. Sobat tentu menyadari bahwa kesabaran tidaklah segampang membalik telapak tangan, Namun cara ini lebih efektif, terbukti dari perjalanan yang kita lalui seiring dengan cita-cita di atas. Kita menjalani pendidikan dari SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi sampai cita-cita tercapai. Proses yang dilalui ini adalah berkat kesabaran.

Mau pakai cara yang mana, hayoooo?

Kesabaran tingkat tinggi itu penting banget dalam meraih cita-cita. Masih beruntung jika kita menjalaninya dengan senang hati dan tanpa adanya hambatan yang berat juga tekanan dari pihak lain yang berkaitan dengan usaha kita. Bila tidak sabar dan tidak teguh, kita mungkin saja akan jatuh tanpa pernah melihat cita-cita kita terwujud sama sekali.

Then... kenapa memupuk cita-cita mesti sabar? Sebab nilai perjuangannya justru terletak pada hal yang ada di situ. Masalah tercapai atau tidak bukanlah menjadi akhir segalanya. Alur hidup hakikatnya adalah proses perjalanan dan bukan semata-mata hanya hasil akhir yang singkat. Namun, tentu saja sebuah pencapaian target tetaplah harus diusahakan semaksimal mungkin.

Masalahnya adalah... dalam setiap perjalan hidup, setiap orang akan mendapatkan cobaan. Besarnya cobaan itu akan berbeda-beda antara satu dengan yg lain, frekuensinya juga bervariasi pada tiap individu. Karena itu, lagi-lagi dibutuhkan sebuah konsep yang menjadi pijakan setiap manusia untuk menghadapinya, yaitu konsep kesabaran. Hanya dengan modal itu kita bisa menjalani hidup dengan ketenangan dan berakhir dengan kebahagian.

Bentuk real konsep ini antara lain adalah kegiatan menahan diri dari nafsu keinginan kita, dan pastinya tidak akan mudah.Tetapi dengan berjalannya waktu kita akan lebih mudah untuk mengendalikan semua permasalahan tersebut dan lebih kuat terhadap cobaan yg datang betapapun berat atau sering datangnya cobaan itu.

Oke, mulai sekarang... yang punya cita-cita mau jadi dokter spesialis, mau jadi arsitek gedung-gedung bernafas Islam, mau jadi jurnalis yang terdsepan dalam membeberkan fakta, mau jadi mentri, mau jadi presiden... pupuk terus cita-citamu dengan bekal kesabaran. Oke
Baca SelengkapnyaBekal Sukses Meniti Cita-cita: Sabar!

Ubah Sudut Pandang


Sobat Blog Hot Motivasi, terkadang kita perlu mengubah sudut pandang untuk mampu merespon sikap secara tepat. Kisah di bawah ini semoga bisa menginspirasi.

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan"

Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.”

“Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya

"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut
pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif,

salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk ibu yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia masih bersama kami

2. Untuk bapak yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk adik-adik yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

4. Untuk Tagihan kartu kredit yang cukup besar, karena itu artinya saya harus bekerja lebih semangat untuk bayar cicilan

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu
artinya saya dikelilingi banyak teman

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup

10. Untuk dst...

Yuk, biasakan ubah sudut pandang agar keluh dan muram bisa menjadi syukur dan senang!
Baca SelengkapnyaUbah Sudut Pandang

Prioritas Pliis

Sobat Blog Hot Motivasi, sering ketipu gak sama kegiatan sehari-hari kita? Kesannya sibuuuk banget, gak ada waktu kosong dah! Eeh, gak taunya apa yang kita lakukan itu bukan hal yang prioritas alias bukan hal penting untuk kehidupan kita! Gak nambah manfaat di dunia, juga gak nambah pahala kebaikan untuk di akhirat. Cape deeh...

Mungkin kisah di bawah ini bisa menginspirasi kita untuk sama-sama menata hidup dengan mementingkan prioritas:

Seorang Professor berdiri di depan kelas Filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf hingga penuh. Kemudian berkata kepada murid-muridnya, apakah toples sudah penuh?
Mereka setuju!!!!

Kemudian dia menuangkan batu koral ke dalam toples, mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral mengisi tempat yg kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, apakah toples sudah penuh?

Mereka setuju!!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples ...
Tentu saja pasir menutupi semuanya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh?
Para murid berkata, "Yaaa..!!"

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Para murid tertawa....

"Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "

"Bola-bola golf adalah hal yang penting; Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."

"Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."

"Pasir adalah hal-hal yg sepele, ngeceng dengan teman-teman, shopping, bermain game."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf... Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yg sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yg penting buat kalian."
"Jadi Beri perhatian pada hal-hal yg penting untuk kebahagiaanmu.
"Bermainlah dgn anak-anakmu."
"Luangkan waktu utk check-up kesehatan."
"Ajak pasanganmu utk keluar makan malam!"
"Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola-bola golf! Hal-hal yg benar-benar penting. Atur prioritasmu! Baru yg terakhir, urus pasirnya!"

"Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya."

"Itu utk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat".
Baca SelengkapnyaPrioritas Pliis