Senin, 11 Agustus 2014

Perjuangan Hebat Hijaber Australia

Maha Krayem Abdo, nama wanita muslim itu, telah mengabdikan dirinya lebih dari 25 tahun untuk membantu perempuan dan masyarakat sekitarnya tanpa pandang bulu.
Atas pengabdiannya yang tak kenal lelah seorang wanita muslim di Australia menerima penghargan New South Wales Human Rights Award 2014 dalam sebuah acara yang dihadiri Menteri Kewarganegaraan dan Komunitas Australia, Victor Dominello.


Maha Krayem Abdo, nama wanita muslim itu, telah mengabdikan dirinya lebih dari 25 tahun untuk membantu perempuan dan masyarakat sekitarnya tanpa pandang bulu.

"Penghargaan ini diberikan khusus kepada orang yang telah membuat kontribusi yang berarti dan berkesinambungan bagi kemajuan hak asasi manusia di New South Wales (NSW)," kata Dominello saat menyerahkan penghargaan kepada Maha Krayem Abdo dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya dikutip Dream.co.id dari lamanOnislam.net.

Krayem Abdo, lanjut Dominello, adalah pemenang sejati dari penghargaan ini. Dia telah menunjukkan dirinya sebagai seseorang yang peduli sesama tanpa melihat latar belakang yang ditolongnya. Krayem Abdo juga menjadi contoh dalam hal penghapusan diskriminasi ras dan jenis kelamin.

Krayem Abdo, seorang Executive Officer dari Asosiasi Perempuan Muslim NSW, dianugerahi sebagai pemenang NSW Human Rights Award tahun ini dalam sebuah upacara di gedung parlemen.

Selama upacara Dominello menyerahkan medali khusus dan hadiah uang tunai US$5000 kepada Krayem Abdo. Dalam kesempatan itu, Dominello memuji aksi seperempat abad Krayem Abdo dalam memberdayakan perempuan muda dan meningkatkan kerukunan.

"Dia adalah seorang pemimpin Muslim dan mentor yang telah bekerja tanpa lelah selama 25 tahun terakhir untuk memberdayakan perempuan muda dan meningkatkan kerukunan dalam masyarakat yang multikultural," kata Dominello.

Setelah puluhan tahun di Australia, Krayem Abdo terbukti menjadi contoh sukses bagi integrasi Muslim di masyarakat. Krayem Abdo, yang bermigrasi ke Australia dari Libanon pada 1960, mendirikan Pusat Bantuan Perempuan Muslim yang memberikan perlindungan bagi perempuan yang melarikan diri dan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Sebelumnya, ia telah dianugerahi medali Order of Australia pada 2008 atas dedikasinya dalam bidang yang sama. Selain penghargaan di atas, Pemerintah NSW juga akan menjadikan Krayem Abdo sebagai duta hak asasi manusia selama 12 bulan.

Setidaknya 1,7 persen dari 20 juta penduduk Australia adalah Muslim. Mereka telah mendiami Australia selama lebih dari 200 tahun.Islam adalah agama terbesar kedua di negara itu setelah agama Kristen.

Sumber: http://www.dream.co.id/jejak/perjuangan-hebat-hijaber-australia-1408082.html

Baca Selengkapnya → Perjuangan Hebat Hijaber Australia

Kisah Abdul Muthalib Temukan Sumur Zamzam Lewat Mimpi


Sebelum menemukan sumur Zamzam, Abdul mengambil air dari sumur-sumur di luar Mekkah, yang kemudian di tampungnya di wadah air yang ada di sekitar Kabah.
Sebagai keturunan keluarga besar Qushay bin Kilab, Muthalib mempunyai tanggung jawab besar tentang segala bentuk yang berkaitan dengan Kabah. Termasuk soal penyediaan air minum bagi jamaah yang tengah melaksanakan haji.

Sebelum menemukan sumur Zamzam, Abdul mengambil air dari sumur-sumur di luar Mekkah, yang kemudian di tampungnya di wadah air yang ada di sekitar Kabah.

Suatu hari Mekkah tengah mengalami paceklik. Masalah ini tentunya membuat Abdul Muthalib bingung. Karena ribuan jamaah haji akan segera datang ke Mekkah. Abdul Muthalaib pun memikirkan seribu cara untuk mendapatkan air.

Abdul Muthalib mengumpulkan para kabilah Quraishy untuk memecahkan permasalahan ini secepatnya. Mereka pun mendiskusikan ini di rumah Abdul Muthalib.

Di tengah perbincangan, mereka teringat akan kabar sumur yang tak pernah habis sepanjang masa. Sumur itu bernama Zamzam. Sayangnya, sumur itu dikabarkan telah berabad-abad hilang dan tak ada yang tahu persis letak lokasi sumur itu berada. .

Namun di tengah kegalauan Abdul Muthalib, mukjizat diturunkan Allah SWT kepadanya. Lewat mimpinya, Abdul Muthalib seolah diarahkan untuk menemukan sumur Zamzam. Dalam mimpinya berkali-kali itu, Abdul Muthalib diperintahkan untuk menggali sumur Zamzam.

Ibnu Hisyam menyebutkan, "Ketika Abdul Muthalib tidur di Hijir, dia mimpi didatangi seseorang dan disuruh untuk menggali sumur Zamzam." Dalam mimpinya Abdul Muthalib mengaku bertemu dengan sesosok orang yang menyuruhnya segera menggali sumur Zamzam.

"Ketika aku sedang tidur di hijir Ismail, aku mendengar suara, "Galilah Thayyibah (Zamzam)!"

"Apa itu Thayyibah?" tanya Abdul dalam mimpinya. "Tetapi kemudian orang itu pergi dan besoknya ketika tidur, aku kembali mendengar suara yang sama," kata Abdul.

"Galilah Birrah (Zamzam)!" seru sosok itu. "Apa itu Birrah?" tanya Abdul Muthalib.

"Tetapi orang itu kembali pergi. Keesokan harinya, ketika aku tidur aku mendengar lagi suara yang sama," kata Abdullah. "Galilah Al-Madhnunah!" kembali seru sosok itu.

"Kemudian orang itu pergi. Besoknya, ketika aku tidur, orang itu datang lagi dan berkata yang sama," kata Abdul Muthalib.

"Galilah Zamzam?" "Apa itu Zamzam?" "Air yang tidak kering dan tidak meluap, dengannya engkau bisa memberi minum para jamaah haji. Letaknya di bawah timbunan tahi binatang dan darah. Ada di paruh gagak yang tuli, di sarang semut."

Demikianlah mimpi itu menunjukkan kepada Abdul Muthalib letak terkuburnya sumur Zamzam. Adapaun maksud dari "Di antara kotoran darah" adalah airnya mengenyangkan dan menyembuhkan penyakit.

Sementara kata "Sarang semut" mempunyai banyak makna diantaranya, Zamzam sebagai mata air di Mekkah akan dikerumuni orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah dari setiap penjuru laksana semut mengerumuni sarangnya.

(Sumber: Merdeka.com dari buku Sejarah Kabah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman)
Baca Selengkapnya → Kisah Abdul Muthalib Temukan Sumur Zamzam Lewat Mimpi

Kisah Keberanian Muslim Pertama Inggris


Quilliam yang membuka Institut Muslim Liverpool pada 1889 dikenal sangat berani karena masuk Islam, yang saat itu dianggap sesat oleh masyarakat di sana.
Seorang pakar hukum, William Henry Quilliam, disebut sebagai muslim pertama di Inggris. Quilliam yang membuka Institut Muslim Liverpool pada 1889 dikenal sangat berani karena masuk Islam, yang saat itu dianggap sesat oleh masyarakat di sana.

Quilliam masuk Islam dua tahun sebelum mendirikan institut tersebut. Setelah menjadi mualaf, dia mengganti nama menjadi Abdullah. Institut Muslim Liverpool kemudian dijadikan masjid, namun kemudian ditutup. Masjid itu baru-baru ini dibuka kembali setelah pemugaran dan mampu menampung 20.000 orang.

Kisah mualaf Quilliam dimulai saat berkunjung ke Maroko. Dalam kunjungan itu, dia melihat sekelompok muslim yang baru saja pulang dari Mekah untuk berhaji. Saat itulah dia melihat betapa damainya para muslim itu saat salat.

"Seorang kolega muslim kemudian menerangkan bahwa Islam adalah kelanjutan agama sebelumnya, Yudaisme, Kristiani. Semua penjelasan dianggap logis dan ia menjadi seorang muslim saat itu," kata Jahangir Mohammed anggota Masyarakat Abdullah Quilliam, seperti dikutip Dream dari BBC, Sabtu 26 Juni 2014.
Menurut profesor dari Universitas Royal Holloway, London, Humayun Ansari, dalam lawatannya itu, Quilliam juga melihat betapa bersahajanya masyarakat Maroko yang mayoritas memeluk Islam. Quilliam yang lahir di Inggris pada 10 April 1856 itu sungguh terkesan.

"Ia merasa bahwa orang di sana hidup sederhana, dengan mengangkat moral dan ada suasana solidaritas, baik kaya maupun miskin," kata Ansari.

Saat kembali ke Inggris, Quilliam langsung mempromosikan Islam kepada masyarakat. Jalan dia tidak mudah, sebab masyarakat Inggris kala itu sangat resisten terhadap Islam karena dianggap sesat. Jadi langkah Quilliam pindah agama ini dianggap sangat berani kala itu.

Dalam berdakwah, Quilliam juga membuat tulisan. Dia menerbitkan tulisan-tulisan itu dan menyebarkannya ke masyarakat. Kontan saja, masyarakat di Liverpool marah besar atas kelakuannya ini. Karya Quilliam ditanggapi dengan kemarahan dan juga kebencian.
Dalam tekanan hebat, Quilliam tak menyerah. Sedikit demi sedikit orang-orang di Liverpool berhasil dia ajak masuk Islam. Setelah banyak orang yang dia ajak masuk Islam, Quilliam membangun masjid.

"Ia berhasil mengajak 200 warga lokal dan 600 orang di seluruh Inggris untuk pindah agama dan ia menghabiskan banyak waktu melakukan syiar tentang Islam dan bahwa Islam bukan agama setan," kata Jahangir Mohammed.

Keberhasilan Quilliam mengajak banyak orang masuk Islam nilah yang membuat kemarahan masyarakat Inggris semakin menjadi-jadi. Tak hanya psikologi, warga Ingris bahkan mulai melakukan serangan secara fisik.

"Orang datang dan menyerangnya. Mereka melempar kepala babi, silet, batu. Sejumlah di antara mereka dipicu oleh para pendeta, dan sebagian lain oleh media, namun ia tetap menghadapinya," tambah MUhammed.

Menurut Mohammed, serangan ini dihadapi Quilliam dengan mendirikan media muslim pertama. Melalui karya-karya jurnalistik muslim inilah dia menanggapi segala serangan itu. "Ia mendorong warga muslim untuk menulis dan angkat bicara. Ia mengajukan petisi ke Ratu Victoria agar pandangannya didengar."

Tulisan-tulisan Quilliam menjadi bacaan penting dan salah satu bukunya Faith of Islam memiliki tiga edisi yang diterjemahkan dalam 13 bahasa. Buku itu sangat populer dan bahkan Ratu Victoria juga memesannya.

Profesor agama dari Universitas Hope Liverpool, Ron Geaves, mengatakan bukan hanya tulisan Quilliam yang membantu mengubah pandangan publik tentang Islam. Quilliam juga mencari tahu mengapa Islam tiak populer di Inggris dan mengangkatnya dalam khotbah-khotbah di masjid.

"Ia mempresentasikan Islam dalam cara yang sangat rasional dan menarik bagi warga pada zaman Victoria yang saat itu sangat memperhatikan sisi ilmiah," tutur Geaves.

Karya Quilliam menjadikannya diangkat sebagai Sheikh ul-Islam untuk Kepulauan Inggris oleh penguasa Ottoman Sultan Abdul Hamid II pada 1894 dan diakui oleh Shah Persia serta Emir Afghanistan sebagai pemimpin musim Inggris.

Namun tingginya intoleransi agama menyebabkan Quilliam dan para pengikutnya pindah dari Inggris ke Istambul pada 1908. Dia kembali ke Inggris dengan nama Haroun Mustapha Leon dan menetap di Woking, sampai ia meninggal pada 1932.

Pada tahun 1999, kelompok muslim dari Merseyside mendirikan Masyarakat Abdullah Quilliam untuk mempertahankan peninggalannya.

"Masjid ini sangat penting karena merupakan masjid pertama di Inggris. Pusat aktivitas Islam pada zaman Ratu Victoria dan lahirnya Islam di Inggris," ujar Geaves.

Sumber: http://www.dream.co.id/jejak/kisah-keberanian-muslim-pertama-inggris-140726d.html
Baca Selengkapnya → Kisah Keberanian Muslim Pertama Inggris

Ilmuwan Muslim Ini Pesaing Stephen Hawking


Sebut saja nama besar Ibnu Sina yang dikenal sebagai bapak medis dunia. Lantas bagaimana dengan ilmuwan muslim di abad 21?
 Para Ilmuwan di jazirah Islam sekitar abad ke-9 sampai 13 M telah meletakkan dasar penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dari fisika, kimia, astronomi hingga kedokteran. Sebut saja nama besar Ibnu Sina yang dikenal sebagai bapak medis dunia. Lantas bagaimana dengan ilmuwan muslim di abad 21?

Yang cukup membetot perhatian adalah fisikawan matematika dari Universitas Harvard, Cumrun Vafa. Pria asal Teheran, Iran ini dianggap memberikan terobosan penting atas studi fisika matematis lewat teori String dan objek astrofisika lubang hitam (Black Hole).

Hampir empat dekade teori String jadi 'kiblat' para fisikawan teoritis mempelajari teori dasar alam secara terpadu. Kata pria kelahiran 1960 ini, teori String menyediakan kerangka menyatukan segala sesuatu kita ketahui tentang alam, termasuk semua partikel dan kekuatan di dalamnya.
Lewat terori ini dia ingin menggambarkan fenomena fisik yang melibatkan skala 1025 lebih lebih kecil dari atom. Sementara kosmologi seluruh alam semesta kita melibatkan skala 1037 lebih besar dari atom.

Tak heran jika teori String disebut-sebut persimpangan dari berbagai disiplin, termasuk matematika, partikel fenomenologi dan astrofisika. Apa yang digagas dia sontak memukau Amerika. Nama Cumrun Vafa melejit di 2008, setelah ia menerima Dirac Medal--penghargaan paling bergengsi di kalangan ilmuwan.

Melalui teori String dan Geometri, Vafa mencermati gejala misterius astrofisika Black Hole di alam semesta. Teori Black Hole merupakan buah karya ilmuwan jenius Stephen Hawking. Lewat buku "A Brief History of Time" atau Sejarah Singkat Waktu, ia membuat gambaran sederhana, dari alam semesta yang terbentuk dari Black Hole dan Big Bang, bukan ciptaan Tuhan.

Sepanjang karir akademiknya, Cumrun Vafa sudah bolak-balik tampil di panggung penghargaan fisika dan matematika. Dengan semua pencapaian itu tak membuat Vafa lupa akan tanah kelahiran.


Selain sibuk mengajar di Harvard sebagai profesor besar ilmu sains sejak 2003, ia juga aktif sebagai komisaris di Network of Iranians for Knowledge and Innovation (NIKI), organisasi non-pemerintah digagas para akademisi Iran yang tersebar di AS dan Eropa.

Sumber: http://www.dream.co.id/jejak/ilmuwan-muslim-pesaing-stephen-hawking-140716w.html
Baca Selengkapnya → Ilmuwan Muslim Ini Pesaing Stephen Hawking

Ini Orang Terkaya Sejagat Sepanjang Masa


Sebuah penelitian mengungkapkan jika orang terkaya dunia sepanjang masa merupakan seorang muslim dari benua Afrika. Siapakah dia?
Bill Gates, Carlos Slim, dan Warren Bufett boleh saja menghiasai daftar orang terkaya dunia dalam beberapa tahun terakhir. Namun tahukah Anda, jika orang terkaya dunia sepanjang masa bukan lahir dari Amerika atau Eropa. Justru, miliarder ini lahir dari sebuah negara miskin Afrika, Mali.

Mansa Musa namanya. Dia merupakan kaisar kerajaan Mali di Afrika Barat. Ia memerintah pada tahun-tahun keemasan Mali antara 1312 dan 1337 M. Ia menjadi semacam selebriti internasional pada tahun 1324, tahun saat Marco Polo meninggal dunia.

Di tahun itu, Musa melakukan perjalanan sejauh 3.000 mil untuk menunaikan ibadah haji. Perjalanan spiritual yang memerlukan waktu sembilan bulan itu diiringi 60.000 kuli dan 80 unta. Masing-masing membawa 300 pounds emas.

Jika disesuaikan dengan inflasi saat ini, Mansa Musa membawa harta senilai US$ 400 miliar yang menempatkan dia sebagai orang terkaya nomor wahid dalam sejarah. Kekayaannya mengungguli harta keluarga Rothschild (US$ 350 miliar), John D Rockefeller (US$ 340 miliar) dan Henry Ford (US$ 199 miliar).

Kekuatan Mansa Musa
"Mansa" berarti raja raja atau kaisar, dan kerajaan Musa terbentang dari Samudera Atlantik di barat dan Sungai Niger di timur. Sepanjang wilayah ini dianggap sebagai penyimpanan garam dan emas terbesar di dunia.

Mengutip laporan theroot.com, selama tiga bulan tinggal di Kairo, Mesir, Musa mengatakan alasannya menjadi raja Mali kepada seorang penulis sejarah. Ia menceritakan bahwa pendahulunya, Abubakari II, berlayar dari menyeberangi Atlantik dengan 2.000 kapal (dan tambahan 1.000 perahu untuk air dan persediaan). Mereka tidak pernah kembali, dan tidak ada yang tahu nasib ekspedisi tersebut.

Para peneliti modern mengetahui tentang Mansa Musa melalui tenun dari Arab, sejarah lisan dan, mungkin yang paling penting, sejarawan abad ke-17 dari Timbuktu, Ibn al-Mukhtar. Pendiri dinasti Musa adalah Sundiata, yang kemungkinan adalah kakek atau paman Musa, menurut ensiklopedia Britannica.

Musa, seorang Muslim yang taat, diberitahu oleh peramal agar merencanakan sebuah perjalanan melewati gurun Sahara yang akan membawanya ke Mekah, tempat kelahiran Islam. Saat itu, perjalanan ke Mekah terasa seperti sebuah perjalanan ke sebuah planet yang jauh. Tapi itu menunjukkan bahwa nenek moyang Afrika ingin tahu tentang dunia luar dan bepergian seperti penjelajah lainnya. Ini bertentangan dengan stereotip bahwa mereka tetap tinggal di rumah mereka di benua menunggu untuk "ditemukan."

Dalam perjalanannya ke Mekah, Musa didampingi istri pertamanya. Perjalanan Musa dan istrinya diiringi tidak lebih dari 60.000 kuli dalam sebuah kafilah dengan 80 unta, masing-masing membawa 300 pounds emas. Hal itu tertulis dalam esai David Tschanz, Lion of Mali: The Hajj of Mansa Musa, di Makzan edisi Mei 2012.

Dalam esainya, Tschanz menuliskan kafilah itu dipimpin oleh 500 pewarta, mengenakan sutra Persia dan tongkat dengan bantalan emas yang berkilauan di bawah sinar matahari dan hampir membutakan siapa pun yang melihat mereka. Rombongan berikutnya adalah penjaga kerajaan yang membawa tombak dan pedang, sementara yang lain membawa bendera kerajaan mereka. Juga di belakangnya adalah rombongan 12.000 budak pribadi raja dan 500 pelayan istrinya.

Perjalanan ke Mekah
Dalam perjalanan ke Mekah, Raja Diraja Mali ini beristirahat selama tiga bulan di Kairo. Di sini, ia bertemu dengan sultan dan sebagai hasilnya, membantu membuka rute perdagangan penting ke Afrika Utara. Perjalanan dengan iring-iringan besar bukanlah tradisi pembesar Mali. Bahkan, saat berada di Kairo, Musa bercerita kepada sultan soal kisah hilangnya Abubakari II secara misterius. Namun sultan di Kairo tak begitu mempercayai cerita Mansa Musa. Berikut adalah cerita Musa kepada sultan Kairo.

"Penguasa yang mendahului saya percaya bisa mencapai ujung laut yang mengelilingi bumi (yang berarti Atlantik). Dia ingin mencapai itu dan bertekad untuk mematangkan rencananya. Jadilah dia membawa dua ratus kapal penuh dengan orang. Sedangkan kapal lain diisi emas, air dan perbekalan lainnya yang cukup untuk beberapa tahun. Ia memerintahkan sang kapten tidak kembali sampai mereka telah mencapai ujung laut, atau sampai ia kehabisan perbekalan dan air. Jadi mereka memulai perjalanan mereka. Namun mereka tidak kembali untuk waktu yang lama, dan, akhirnya hanya satu perahu kembali."

"Ketika ditanya, kapten menjawab: "O Pangeran, kami berlayar untuk waktu yang lama, sampai kami melihat di tengah-tengah laut sungai besar yang mengalir dengan derasnya. Perahu saya adalah yang terakhir; orang lain yang di depan saya, dan mereka tenggelam dalam pusaran air besar dan tidak pernah keluar lagi. Saya berlayar kembali untuk melarikan diri saat ini.

 "Tapi Sultan tidak percaya padanya. Ia memerintahkan dua ribu kapal berlayar bersama dia dan anak buahnya, dan seribu lebih untuk air dan perbekalan. Lalu ia memberi mandat pada saya jika dia tidak kembali. Dan dia berangkat dengan anak buahnya, tidak pernah kembali atau memberikan tanda-tanda kehidupan."

Meski pun tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi pada Abubakari II dan armada besarnya, para peneliti di Mali, seperti dilansir BBC pada tahun 2000, memperkirakan mereka berlayar hingga sejauh Brasil.

Selama di Mesir, Musa begitu murah hati dengan emas. Ia bahkan menjatuhkan pasar emas lokal dengan kemurahan hatinya itu hingga beberapa dekade berikutnya. Membaca tentang dia seperti membaca dongeng tentang pelayaran Marco Polo dan The Canterbury Tales dan The Pilgrim’s Progress semua dalam satu cerita.

Pada saat Musa kembali, ia nyaris tidak memiliki emas satu pun. Dia terpaksa harus meminjam emas dengan suku bunga yang tinggi. Tapi dia kembali dengna membawa sesuatu yang bernilai lain, seseorang arsitek Andalusia dan penyair terkenal Abu Ishaq al-Sahili. Dialah pelopor pembangunan istana berkubah di Mali.

Dalam 25 tahun pemerintahannya sebagai raja besar di Mali, Musa melakukan hubungan diplomatik dengan Maroko. Dia mengirim mahasiswa belajar di luar negeri. Sebagai akibat dari perjalanan haji yang terkenal itu, Musa telah menyebarkan legenda Mali melalui dunia Islam ke Eropa. Meski Musa telah meninggal selama 40 tahun, tapi legendanya sebagai "Singa Mali" tetap dikenang. 

Sumber: http://www.dream.co.id/dinar/orang-terkaya-sepanjang-masa-seorang-muslim-dari-afrika-140717j.html

Baca Selengkapnya → Ini Orang Terkaya Sejagat Sepanjang Masa

Labinote, Muslimah Berhijab Pertama di Parlemen Kosovo


Terpilihnya Labinote menjadi angin segar bagi para muslimah berhijab. Sebab, negara itu melarang pemakaian hijab bagi siswi-siswi di sekolah.
HotMotivasi.blogspot.com | Muslimah berhijab asal Kosovo ini baru saja mecetak sejarah. Dia menjadi perempuan muslim berhijab pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen nasional Centar Balkan.

Dialah Labinote Demi-Murtezi. Dia meraup enam ribu suara dalam pemilihan pada Minggu 8 Juni, mengalahkan seluruh kandidat perempuan dalam pemilihan angota parlemen di negara Eropa Tenggara itu.

Dilansir The Bosnia Times, Rabu 12 Juni 2014, pemilihan itu dimenangkan oleh The Democratic Party of Kosovo (PDK) dengan memperoleh 31 persen suara.

Terpilihnya Labinote menjadi angin segar bagi para muslimah berhijab. Sebab, negara yang tingkat kemiskinan dan korupsi paling tinggi di Eropa itu melarang pemakaian hijab bagi siswi-siswi di sekolah.

Menjelang pemilihan, Perdana Menteri Hashim Thaci yang berasal dari PDK, telah berjanji akan mengakhiri pelarangan hijab itu.

Muslim Albania menjadi penduduk mayoritas di Kosovo. Jumlahnya sekitar 95 persen dari 1,86 juta penduduk di negara yang menyatakan kemerdekaan pada tahun 2008 dengan lepas dari Federasi Serbia itu.
Baca Selengkapnya → Labinote, Muslimah Berhijab Pertama di Parlemen Kosovo

Kisah Hijaber Jadi Dokter Termuda di Indonesia


Riana mulai masuk Sekolah Dasar (SD) pada usia 4 tahun. Bukan lantaran paksaan dari kedua orangtua. Namun, kecerdasan Riana memang sudah tampak setahun sebelumnya.
Sobat HotMotivasi, Kisah mahasiswa lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2014, Raeni menjadi sumber inspirasi bagi semua orang, termasuk hijabers. Ia membuktikan kepada kita, kondisi keluarga yang berkekurangan tak jadi kendala jika diiringi tekad kuat memperoleh prestasi cemerlang.

Kisah lain yang layak jadi panutan adalah seorang remaja putri berusia 19 tahun 9 bulan yang berhasil lulus sebagai dokter termuda di Indonesia. Dia adalah Riana Helmi, gadis berhijab kelahiran Banda Aceh 22 Maret 1991 yang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Gadjah Mada (UGM).

Putri pasangan Helmi dan Rofi’ah ini juga tercatat sebagai sarjana termuda di Indonesia dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67. Riana sebelumnya pernah tercatat dalam rekor MURI saat menjadi dokter muda pada usia 17 tahun 9 bulan pada Mei 2009. Kemudian ia menyelesaikan kuliahnya hingga menjadi dokter penuh di usia 19 tahun 9 bulan.

Keberhasilan Riana tentu melalui proses tidak mudah. Riana Helmi hidup di keluarga sederhana. Ayahnya seorang polisi, membuat anak pertama dari tiga bersaudara ini beserta keluarganya terpaksa berpindah-pindah domisili. Mulai Aceh, Karawang dan berakhir di Sukabumi, tergantung tugas yang diemban sang ayah.

Di usia 3 tahun, Riana sudah pandai membaca. "Beliau sendiri yang mengajari saya membaca, menulis, berhitung, juga membaca Alquran," kenang Riana.

Sang ayah juga berperan aktif. Riana menilai ayahnya sebagai orangtua yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan anaknya. Ayahnya selalu mengajarkan tentang kegigihan, sifat bersunguh-sungguh dan kerja keras.

Riana mulai masuk Sekolah Dasar (SD) pada usia 4 tahun. Bukan lantaran paksaan dari kedua orangtua. Namun, kecerdasan Riana memang sudah tampak setahun sebelumnya. Riana sejak kecil memang jarang bermain layaknya anak seusianya. Ia menghabiskan waktunya dengan banyak belajar dan ia sangat menikmatinya.

Riana menyelesaikan SD selama 6 tahun dengan prestasi sangat memuaskan. Setelah itu ia mengikuti program percepatan (akselerasi) di SMP dan SMA melalui beberapa tes IQ akademik.
Hasilnya, Riana selalu lolos uji, sehingga ia bisa menamatkan SMP dan SMA, masing-masing 2 tahun lamanya. Dia pun sudah lulus SMA saat usianya baru 14 tahun.

Cita-citanya sejak kecil yang ingin menjadi dokter, membuat dia begitu mantap untuk mendaftar ke Fakultas kedokteran di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, melalui jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS).

Masuk dunia kampus, Riana menghabiskan waktu dengan banyak membaca buku serta berdiskusi dengan teman-teman kuliahnya. Bagi Riana gerbang menuju ilmu pengetahun tiada lain adalah dengan rajin membaca. Selain aktif belajar di kampus ia juga rutin mengikuti kajian Islam ilmiah di sekitar kampus.

"Banyak sekali waktu untuk membaca. Terkadang, saya menargetkan 1 buku untuk tiap akhir pekan, jika tidak ada tugas kuliah yang harus segera diselesaikan," kata Riana.
Selain bercita-cita menjadi dokter, ia juga ingin menjadi dosen. Alasannya, agar bisa terus belajar dan mengajarkan, serta terus terdorong untuk menambah pengetahuan.

(Sumber: Ugm.ac.id)
Baca Selengkapnya → Kisah Hijaber Jadi Dokter Termuda di Indonesia