Sabtu, 26 Oktober 2013

Tips Pintar Membagi Waktu


Sobat Blog Hot Motivasi  pernah nggak merasa bingung membagi waktu? Kerjaan ini belum selesai, pas melihat to-do-list, kok ya masih banyak tugas lain yang harus diselesaikan. Pusssiiing!

Akhirnya tidak jarang kita malah mogok ngapa-ngapain (stress sendiri nggak tahu bagaimana menyelesaikan kerjaan yang masih menggunung).
Nah berikut ini adalah sedikit tips untuk membagi waktu yang efektif, mudah-mudahan bisa berguna:

1. Sesuaikan aktivitas dengan “jam biologis” kita! Ada istilah “orang pagi” atau “orang malam”, yaitu kondisi di mana energi dan konsentrasi seseorang sedang tinggi-tingginya, ada yang berkonsentrasi tinggi kalau sudah malam, ada juga yang justru baru semangat di pagi hari.

Biasanya pada waktu-waktu ini, kerja apa saja cepat selesai. Bila kita bisa menyesuaikan aktivitas kita dengan “jam biologis” ini, insya Allah produktivitas kita bisa makin tinggi Sob!

2. Buat prioritas mana tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu (mana yang lebih penting dan mendesak), dan mana yang masih bisa dikerjakan belakangan! Nah, kerjakanlah tugas sesuai urutan tersebut. Hal ini akan mengurangi panik karena dikejar-kejar deadline!

3. Buat urutan tingkat kesulitan tiap tugas. Biasakanlah mengerjakan yang mudah dulu, supaya kita tidak menjadi frustasi atau menghabiskan terlalu banyak waktu di kerjaan yang sulit.

4. Perhatikanlah apakah seluruh tugas harus kita yang menyelesaikan sendiri, atau sebenarnya bisa kita limpahkan kepada orang lain! Belajarlah untuk mendelegasikan tugas! Jika ada tugas yang bisa dibagikan kepada teman sekelompok atau se-organisasi, percayakan dia untuk mengerjakannya! Jangan mengerjakan semua hal sendirian Sob, jika memang bisa membagi tugas, itu lebih baik!

5.Selalu ingat untuk makan makanan bergizi serta berolahraga agar tubuh tetap bugar dan segar! Kondisi tubuh yang sehat sangat baik dalam menjalankan aktivitas yang padat. Kalau kitanya cepat sakit, lemas, dan punya penyakit kambuhan (misalnya Maag), duuh... bagaimana bisa mengerjakan tugas dengan optimal? Pasti membuat manajemen waktu kita menjadi kacau balau.

6. Konsentrasi dan fokus.
Di setiap mengerjakan tugas, usahakan tetap fokus dan konsentrasi agar kerjaan cepat beres! Jangan memikirkan pekerjaan lain saat mengerjakan sesuatu, ini membuat penyelesaiannya lebih lama.

7. Supaya aliran darah tetap berjalan lancar, istirahatlah selama 5 - 10 menit setiap 30 - 40 menit mengerjakan tugas!

8. Mulailah berkata “tidak” pada hal-hal yang dapat merusak alur rencana pengerjaan tugasmu!

9 Jangan mudah menerima tugas baru! Ukurlah kemampuan kita dan jumlah waktu yang kita miliki, dengan jumlah tugas yang harus diselesaikan. Jika overload... beranilah untuk menolak tugas baru yang diberikan!

Sama dengan flashdisk, diri kita juga memiliki kapasitas maksimal Sob! Flashdisk yang berukuran 8 GB yaa tidak bisa dipaksakan untuk diisi sampai 12 GB. Bahkan kalau kepenuhan kapasitas, bisa-bisa rusak dan lelet kinerjanya looh... 

So, jangan pernah memaksakan diri kita untuk menyanggupi setiap tugas yang diberikan oleh orang lain, bisa jadi kita malah mengecewakan diri sendiri dan banyak orang.

Semoga sukses membagi waktu dan berhasil mengerjakan setiap kewajiban dengan optimal!
Baca SelengkapnyaTips Pintar Membagi Waktu

Tinggalkan Kebiasaan Telat

Telat, jam molor atau jam karet sepertinya sudah menjadi budaya di negara kita. Tapi tahukah Sobat Blog Hot Motivasi kalau telat bisa mengurangi produktivitas kita. Bagaimana tidak, telat 15 menit saja, berarti waktu belajar (kalau masih sekolah) dan waktu kerja (kalau sudah kerja) otomatis juga terpotong.

Buat kamu yang pengen banget berubah. Pengen jadi seorang yang tepat waktu? Nggak mau mainan yang memacu adrenalin lagi? Nih dia tips mengatur waktu yang jitu punya deh (kalau diterapin):

Tapiii, sebelumnya kita perlu tau dulu, apa sih yang menyebabkan kita suka telat dan membuang-buang waktu?

Hidup yang Nggak Teratur, Nggak Rapi, Nggak Bersih dan Nggak Terjadwal!

Percaya nggak? Coba deh perhatiin… Karena nggka punya jadwal dan perencanaan yang bagus, kita sering menganggap enteng sesuatu. Karena nggak rapi, kita terbiasa buat “sibuk nggak menentu” waktu mau pergi kemana.

Tips untuk mengatur waktunya udah kita dapat sebenarnya dalam kalimat besar di atas. Hehe. Walau gitu, yuk kita telusuri lebih lanjut lagi dan lebih panjang lagi!

1. Buat Jadwal
 Kesannya gimana gitu yah. Rada-rada males. Aneh aja. Tapi, bagus banget! Apalagi buat kamu yang suka lupa. Nggak harus dituangkan dalam tulisan, paling nggak rencanain di dalam pikiran kamu sendiri – apa-apa saja sih yang bakal aku lakuin.

Namun, alternatif berikut berharga banget jadi sarana pengingat jadwal kamu:

Kalender hape: Buat pengingat hal-hal penting yang bakal kamu lakuin besok atau beberapa hari mendatang. Ingat! Buat alarm/pengingatnya sekitar 1 jam sebelum jam kegiatanmu itu.

Kalender: Entah kalender dinding atau kalender meja, coretin aja dengan kegiatan-kegiatan yang bakal kamu lakuin.

Buku catatan kecil: Kamu bisa catat PR kamu hari ini, bisa catat kegiatan yang bakal kamu lakukan besok, terus mana yang udah dikerjain tinggal ditandai deh.

2. Rajin-rajin Lihat Jadwal
 Haha. Untuk apa ada jadwal kalau lupa juga dilihat!

3. Perkara Besar Baru Perkara Kecil
 Kalo kamu pernah dengar gini: perkara kecil dulu baru perkara besar. Nah, dalam mengatur waktu, kalimat itu nggak cocok! Malah sebaliknya, kita harus ngedahuluin kegiatan-kegiatan terpenting dulu!

Keseringannya remaja senang banget ngelakuin sesuatu yang menjadi kesukaan kita terlebih dahulu. Yang kasihannya, kesukaan kita itu nggak terlalu penting! Misal nih, kita lebih memilih nonton teve dulu, baru setelah itu ngerjain pe-er. Atau main-main dulu, baru dah ngerjain tugas-tugas rumah.

Bukan dilarang untuk ngelakuin apa yang kita sukai. Tetapi, faktanya kalo kita ngedahului aktivitas-aktivitas terpenting dulu, ntar pas ngerjain sesuatu yang kita sukai, rasanya lega banget, kayak punya banyak waktu!

4. Biasakan Hidup Rapi, Bersih dan Teratur!
 Tahu ngga yang sering banget menyebabkan kita telat atau terlambat? Berbalik dengan yang disebutkan di poin ini, kita sering banget semrawutan. Coba deh ingat-ingat lagi, ketika kita mau pergi, mana udah kepepet, eh ntah itu kunci motor, dompet, tas, kaos kaki dan bahkan sepatu nggak tau letaknya di mana. Terpaksa deh nyari lagi.

5. Terapin!
 Yang paling penting adalah penerapannya! Mulai dari matuhin jadwal, tetapin prioritas sampai hidup bersih, rapi dan teratur. Eits, jangan ada hari pengecualian lho… Ntar bakal kambuh lagi.

Intinya, silahkan diserapin bagus-bagus tulisan besar yang di atas itu. Setelah itu, lakukan kebalikannya yaitu poin-poin yang sudah dijabarin ini

Mari kita contoh bangsa Jepang. Jepang adalah salah satu dari segelintir negara Asia yang sanggup menyaingi Amerika dan Eropa, baik dari segi ekonomi, pendidikan, budaya dll. Mengapa? Salah satu alasannya karena masyarakat Jepang sangat menghargai waktu dan kesempatan. Dalam bekerja, belajar, hingga menghadiri pertemuan, mereka senantiasa tepat waktu. Tepat waktu untuk mulai dan tepat waktu pula untuk berakhir. 

Mereka akan datang sebelum acara dimulai, dan tidak akan beranjak sebelum acara benar-benar berakhir. Waktu yang ada digunakan seefektif mungkin. (Sangat berkebalikan dengan orang Indonesia, yang datangnya telat namun justru berlomba ingin pulang duluan). Dengan memelihara budaya tepat waktu, orang Jepang jadi lebih produktif bekerja dan meraih banyak kesempatan.

So, Siap Buat tidak terlambat Lagi kan? he..he..  ^_^
Baca SelengkapnyaTinggalkan Kebiasaan Telat

Ayo Perbanyak Teman



Sobat Blog Hot Motivasi suka heran nggak, kenapa ada orang yang begitu mudah berteman? Bahkan, ketika sedang menunggu giliran masuk ke ruang dokter, misalnya, tiba-tiba menyadari salah satu teman Sobat sudah mengobrol dengan semua orang di ruang tunggu. Mereka bahkan saling menyebut nama dan ngobrol seolah dengan teman lama. Hmmm, kok bisa sih?

Laura Gilbert, penulis freelance di sejumlah media seperti Maxim, Health, The Knot, dan Stuff, mengatakan ada beberapa hal yang membuat orang mudah berteman dengan orang yang baru dijumpai. Sobat bisa mencuri kiat-kiat yang mereka lakukan, lalu mengubah cara tersebut menjadi sifat-sifat diri Sobat yang alami.

1. Tersenyum dan melambaikan tangan
Apa salahnya melontarkan senyuman lebih dulu pada orang yang sedang berpapasan dengan kita? Gengsi, karena orang itu lebih junior di sekolah atau kampus? Buang jauh-jauh pikiran tersebut. Nggak perlu takut bila kita memberi pesan ingin ngobrol dengannya, atau ingin tahu siapa dia. Awali dengan senyum, lambaikan tangan, anggukkan kepala, apa saja yang memberi kesan kita adalah orang yang ramah.

Bila bertemu seseorang yang belum dikenal, memberikan senyum juga akan membuatnya tahu bahwa ia boleh bercakap-cakap dengan kita. Coba cara ini setiap kali keluar dari rumah. Misalnya, pada orang yang biasa kita temui di bis atau kereta komuter, ibu-ibu di sebelah rumah yang sedang ngeriung, bahkan pada anak kecil yang sedang bermain di lapangan dekat rumah. Setelah terbiasa melontarkan senyum, hal ini akan menjadi kebiasaan baru yang terjadi secara alami. Coba deh!

2. Membuka pembicaraan
Lagi-lagi, apa salahnya berbicara lebih dulu pada orang yang belum kita kenal? Setiap orang bisa saja menjawab pertanyaan, atau memberi respons pada komentar seseorang, tapi orang yang mudah berteman adalah yang biasa mengajak bercakap lebih dulu.

Menurut Susan RoAne, penulis “How to Create Your Own Luck” and “What Do I Say Next”, rahasia orang yang mudah berteman adalah menganggap hal-hal di sekitarnya sebagai peluang untuk mulai berbicara, dan bukannya menunggu disapa.

3. Gunakan pertanyaan terbuka
Ngomong-ngomong, apa sih yang bisa menjadi bahan pembicaraan dengan orang yang baru kita kenal? Cari topik yang sama-sama Sobat ketahui atau Sobat rasakan di sekitar. Misalnya, soal cuaca yang panas, atau billboard iklan yang menampakkan wajah bintang Korea favorit Sobat. Atau, topik yang sedang hangat dibicarakan di siaran tivi, misalnya, semakin boomingnya boyband serta girlband Korea.

Agar pembicaraan tidak sekadar menjadi basa-basi, tanyakan pendapat teman baru kita itu. Lemparkan sebuah pertanyaan yang jawabannya akan lebih panjang daripada sekadar "ya" dan "tidak". Misalnya, Sobat sedang jalan-jalan di Mall. Ketimbang hanya mengatakan, "Waduh, mahalnya pasmina ini...", lebih baik tunjukkan kepedulian kita dengan mengatakan, "Ya ampun, pasmina kayak gini aja harganya 100 ribu? Apanya yang bikin mahal, ya? Memangnya ini merek terkenal apa?"

4. Berhenti bicara pada waktunya
Nggak ada satupun orang yang senang mendengarkan orang lain yang hanya membicarakan dirinya sendiri. So, Sobat harus tahu kapan harus berhenti dan memberi kesempatan orang lain berbicara. Jperlu diingat juga bahwa setiap orang pasti senang bila dianggap memiliki pengetahuan yang luas.

Bila suatu saat berkesempatan membuka obrolan dengan seseorang yang baru Sobat kenal, lontarkan sedikitnya tiga pertanyaan. Hal itu akan memberikan celah pada orang lain untuk terbuka pada kita dan merasa dihargai. Ketika mereka merasa dihargai, mereka pasti akan berusaha ngobrol lebih banyak bersama kita.

5. Tidak Pilih-Pilih Teman
Terkadang orang kaya akan merasa risih jika bergaul dengan orang-orang miskin, orang yang tidak berpendidikan, anak jalanan, dsb. Jangan ragu berteman dengan tukang bakso, tukang ojek, ibu-ibu, nenek-nenek, anak kecil, penjaga warung, tukang sampah, tukang sayur, satpam, dsb karena mungkin suatu saat kita membutuhkan bantuan mereka.

6. Aktif Kegiatan Sosial Dan Membantu Sesama
Rajin-rajinlah ikut shalat berjamaah di masjid atau mushola di sekitar rumah kita. Jika ada kerja bakti di lingkungan tempat tinggal sebaiknya Sobat ikut ambil bagian. Selain itu juga ada acara-acara sosial lain yang sangat baik untuk diikuti seperti karang taruna, forum remaja masjid, panitia perlombaan peringatan 17 Agustus-an, dan masih banyak lagi lainnya. Jangan sungkan membantu secara langsung tetangga, teman, saudara, dll yang sedang kesusahan karena mereka akan merasa senang sekali jika ada yang membantu dan mereka pun akan sangat senang jika dapat membantu kita di kemudian hari.

7. Sopan Santun, Ramah, Rendah Hati Dan Mengalah
Dalam bersosialisasi kita akan senang jika orang lain sopan, ramah, rendah hati, dsb. Begitupun dengan orang lain yang sudah pasti akan senang hati dapat berteman dengan orang yang memiliki sifat-sifat di atas. Sotoy, narsis, sombong, membual, kikir, munafik, dll adalah sifat-sifat yang akan menimbulkan nilai negatif di mata orang lain sehingga mereka akan enggan untuk berteman akrab dengan kita serta menghasilkan antipati di mata orang-orang.

8. Jangan Membuat Musuh
Ini dia yang paling penting, Sob. Hindari sifat-sifat yang dapat menghadirkan musuh ke hadapan kehidupan kita seperti iri, dengki, sombong, congkak, angkuh, sok berkuasa, sok kaya, munafik, pelit, culas, egois, keras kepala, dsb. Selain itu hindari minuman keras, narkoba dan kawan-kawan agar terhindar dari dijauhi orang. Ramah, santun, rendah hati, mengalah, dll dapat menghindarkan kita dari permusuhan. Selesaikan segala masalah yang ada dengan tuntas secara baik-baik agar tidak berkepanjangan dan menimbulkan permusuhan.

Berbahagialah yang mempunyai banyak teman dan sahabat. Pasalnya, beberapa penelitian terbaru menemukan bukti bahwa menikmati kehidupan sosial yang aktif dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Para ilmuwan mempercayai bahwa menghabiskan waktu bersama teman atau sahabat akan membuat hidup lebih sehat baik secara mental maupun fisik.  

Okeh, demikian beberapa tips-nya. Mudah-mudahan kita semua berhasil mendapatkan teman sebanyak-banyaknya. Bukan cuma eksis di dunia maya, tapi buktikan di dunia nyata. Ok! ^__^
Baca SelengkapnyaAyo Perbanyak Teman

Makin Sukses Dengan Kecerdasan Emosi



Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan “EQ”), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.
Berikut ini contoh nyata bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa….

Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu “The Art of The Deal dan Surviving at the Top”. Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus…

Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. 

Namun itu tidak dilakukannya. Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada “intangible asset” yang tetap dimilikinya. Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?
Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun -->, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul “The Art of The Comeback”
.
Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?  

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.
Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap orang dan bisa dikembangkan.

Terus, gimana sih cara jitu mengasah kecerdasan emosi? Berikut sedikit pemaparan tentang ketrampilan dalam mengasah dan meningkatkan kecerdasan emosi:

1. Kenali emosi diri
Untuk mengenali emosi diri sendiri, coba identifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali emosi tertentu muncul dalam pikiran,kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, dan kesepian.

2. Lepaskan emosi negatif
Pahami dampak emosi negatif terhadap diri sendiri. Misalnya jika kita mudah marah dan frustasi dapat merusak hubungan dengan teman. Jika stres,kita tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Karena itu jika tengah emosi karena suatu masalah, tahan keinginan untuk marah, buang emosi agar jangan sampai meledak. Sehingga orang-orang tidak akan terkena dampak negatif dari emosi negatif kita. Tenangkan diri kemudian cari solusi dalam keadaan yang lebih nyaman.

3. Kelola emosi
Saat berbagai emosi melanda pikiran, cobalah kendalikan ia. Usahakan agar emosi tidak membuat kita melakukan tindakan destruktif. Kemudian ketahuilah pesan yang disampaikan emosi dan yakinkan bahwa kita mampu menangani segala macam persoalan yang akan dihadapi. Jangan mengambil keputusan dalam keadaan emosi karena hasilnya tidak akan obyektif. Ingat Sob, kemampuan mengelola emosi merupakan bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri. Karena sesungguhnya kitalah yang harus mengendalikan emosi bukan sebaliknya.

4. Motivasi diri sendiri
Dengan pengendalian emosi yang baik, kita dapat memotivasi diri dalam melakukan sesuatu. Dengan motivasi diri akan memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang bisa memotivasi dirinya sendiri cenderung lebih produktif dan efektif setiap mengejakan apapun.

5. Kenali emosi orang lain
Bukan cuma memahami dan mengenali emosi sendiri, kita juga harus mengenali emosi orang lain. Dengan demikian kita akan mudah memahami orang lain. Karena memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain, ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain di sekeliling kita.

6. Kelola emosi orang lain
Semua hubungan sebagian besar dbangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang hebat jika kita dapat mengoptimalkannya. Semakin tinggi kemampuan kita mengelola emosi orang lain semakin mudah pula untuk bekerja sama membangun kesuksesan.

7. Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini merupakan bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerjasama tim yang tangguh dan andal.

Jangan lupa juga Sob, manusia merupakan mahluk emosional. Jika kita dapat meningkatkan kecerdasan emosi, akan mudah untuk mencapai tujuan hidup. Bagi yang sudah memiliki kecerdasan intelegensia, lengkapi kecerdasan itu dengan kecerdasan emosi sehingga jalan untuk menuju sukses pun semakin mulus. Percaya deh!
Baca SelengkapnyaMakin Sukses Dengan Kecerdasan Emosi

Membangkitkan Semangat Berorganisasi



Kita sebagai remaja selalu ingin menjadi pusat perhatian. Sebab dengan menjadi pusat perhatian kebutuhan aktualisasi diri kita, serasa telah terpenuhi. Demikian pula jika kita berada di lingkungan sekolah. Sering kali kita berlomba-lomba dengan segala cara untuk menarik banyak perhatian, salah satunya dengan menjadi idola remaja sekolah.

Untuk menjadi idola remaja sekolah dapat dilakukan beberapa cara, seperti memiliki prestasi akademik terbaik, menjaga penampilan menjadi yang tertampan atau tercantik di sekolah, atau dengan aktif mengikuti kegiatan sekolah. Salah satu kegiatan sekolah yang banyak memberikan manfaat bagi kita adalah kegiatan ekstra kurikuler

Di setiap sekolah biasanya terdapat ekstrakurikuler, yaitu organisasi-organisasi yang mewadahi kegiatan para siswa. Penting gak sih keberadaan organisasi-organisasi itu, mengingat aktifitas belajar kita saja sudah terasa melelahkan?

Organisasi eksrtrakurikuler ini tentu saja ada manfaatnya. Kalau mubazir, mungkin sekolah sudah menutup kegiatan-kegiatan itu. Salah satu manfaat eksrtrakurikuler adalah wadah kita berlatih berorganisasi. Berorganisasi itu perlu lho...

Sebut saja namanya Andi, lulus kuliah dengan nilai yang membanggakan. Dengan nilai itu, ia mudah diterima kerja. Tapi masalah mulai muncul. Andi agak gagap dengan struktur organisasi perusahaan. Andi juga tidak terbiasa dengan perdebatan di rapat-rapat kerja. Maklum, selama kuliah dan sekolah, Andi tidak pernah mengikuti organisasi apa pun.

Lain lagi ceritanya dengan Heri. Nilainya memang biasa saja. Mungkin Heri bukan profile yang bagus untuk menggambarkan seorang mahasiswa yang punya kemampuan membagi waktu antara belajar dengan berorganisasi. Ya, Heri seorang organisatoris di kampusnya. Tapi, pengalaman organisasinya membawa manfaat. Saat wawancara kerja, ia sudah terbiasa mengungkapkan pikiran dan pendapatnya secara verbal di depan umum. Wawancara berjalan lancar dan mengesankan. Di dunia kerja, ia tidak canggung menghadapi struktur organisasi dan rapat-rapat kerja. Dan saat ia diangkat menjadi supervisor, ia mampu memimpin bawahannya dengan baik.

Ilustrasi di atas memang tidak mewakili seluruh orang yang pernah berorganisasi atau pun tidak. Ada juga orang yang tetap luwes walau pun tidak ikut organisasi di sekolah/kuliahnya. Ada juga orang yang masih canggungan walau punya pengalaman berorganisasi. Tapi ilustrasi di atas bisa menjelaskan bagaimana manfaat berorganisasi.

Nah, apa saja manfaat dari berorganisasi?

1. Menyalurkan Minat dan Bakat
Kalau kamu hobi olahraga, tidak ada salahnya kamu ikut organisasi keolahragaan. Juga kalau kamu suka dan bercita-cita menjadi peneliti, kamu bisa coba masuk Kelompok Ilmiah Remaja. Kalau kamu suka dengan dunia kerelawanan, kamu bisa ikut Palang Merah Remaja. Atau kalau kamu suka dengan alam bebas, kamu bisa ikut organisasi pecinta alam. Semua organisasi ini mewadahi minat dan bakat kamu. Tentu saja minat dan bakat yang ditampung adalah minat dan bakat yang positif. Ayo, coba gali, adakah minat dan bakat kamu yang sesuai dengan organisasi eksrtrakurikuler di sekolah?

Dan jangan lupa, setiap orang punya bakat masuk menjadi orang yang baik. Setiap orang punya minat untuk masuk surga. Rohani Islam siap menampung minat dan bakat kamu itu. Apa pun organisasi yang kamu ikuti di sekolah, pastikan kamu juga ikut Rohis.

2. Ajang Bersosialisasi
Gaul bukan berarti kamu suka jalan-jalan ke mal, cafe, atau tempat nongkrong lain. Kamu aktif di organisasi, bertemu dengan teman-teman se-ide dan se-perjuangan, suka berkumpul dengan mereka mencurahkan gagasan-gagasan yang hebat, maka kamu adalah anak gaul yang sejati.

Karena manusia itu makhluk sosial, maka kita membutuhkan manusia yang lain. Di organisasi lah kita bisa menemukan manusia yang "kita butuhkan". Mungkin manusia itu adalah orang yang bisa menjadi teladan kita, mungkin manusia itu adalah tempat curhat kita, atau manusia itu tempat kita meminjam uang. Apa pun kebutuhan itu, kita butuh manusia lain.

Alangkah indahnya kalau kawan-kawan tempat kita bersosialisasi adalah orang-orang yang sholeh atau orang-orang yang punya semangat menimba ilmu keislaman, seperti di Rohis. “Seseorang dapat dinilai dari kadar agama temannya, oleh karena itu hendaknya salah satu dari kalian meneliti dahulu siapa yang akan ia jadikan teman.” (HR. al Hakim)

3. Belajar Menjadi Pemimpin, Bekerjasama, dan Tanggung Jawab
Dalam organisasi, ada pembagian tugas. Tugas itu bisa sebagai pemimpin, atau sebagai bawahan. Bila kita ditunjuk menjadi pemimpin - entah itu ketua umum atau ketua departemen, kita akan mendapat pengalaman belajar memimpin yang sangat berharga dalam organisasi eksrtrakurikuler. Kita belajar mengatur manusia yang punya watak berbeda-beda. Memadukan mereka dengan berbagai wataknya untuk mencapai tujuan. Sebuah seni tersendiri. Bila kita sebagai bawahan, maka kita bisa belajar patuh dan menunaikan tugas dengan benar. Apa pun posisi kita, kita belajar bertanggung jawab atas peran yang telah ditentukan untuk kita.

Organisasi tentu membutuhkan kerjasama yang kompak. Kita belajar bagaimana bekerjasama, mencurahkan ide, dan menjalankan keputusan musyawarah dalam organisasi. Bila kita selama ini hanya mengenal kerjasama pada saat ujian, cobalah belajar kerjasama yang baik dalam organisasi.

4. Merangsang Kreatifitas
Tiap organisasi punya tujuan. Untuk mencapai tujuan, dibutuhkan kreatifitas dari para anggotanya. Selain itu, tugas yang diberikan pada kita pun butuh kreatifitas untuk menuntaskannya. Dalam organisasi lah kita belajar kreatifitas yang benar, bukan kreatifitas buruk seperti melakukan manuver mencontek yang jitu saat ujian.

5. Belajar Memiliki Visi, Misi, dan Perencanaan
Visi Misi? Apakah kita akan menjadi caleg? Yah... masa depan orang hanya Allah swt yang tahu. Tapi visi misi itu bukan cuma janji gombal para caleg. Setiap orang perlu memiliki visi misi dan perencanaan dalam hidupnya. Pernah membaca novel Ayat-Ayat Cinta? Di situ diceritakan bahwa sang tokoh, Fahri, memiliki perencanaan yang matang dalam hidup dan perencanaan itu dipetakan dengan apik dan ditempel di dinding kamarnya. Coba lah memiliki perencanaan dalam hidup, siapa tahu bisa bertemu gadis kaya orang Jerman di KRL Jabotabek.

Saat organisasi akan melakukan penggantian pengurus, biasanya calon ketua akan ditanya apa visi misinya. Penting untuk mengetahui visi misi sang calon, karena dari situ akan diketahui kemana organisasi akan di bawa bila calon itu terpilih. Selain itu juga bisa mengukur kecerdasan si calon.

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Misi adalah langkah-langkah untuk mencapai visi.

Begitulah manfaat positif dari berorganisasi. Ada berbagai manfaat lain yang akan pembaca rasakan sendiri.

Tapi ingat, untuk bisa aktif mengikuti seluruh kegiatan eskul di sekolah, kita harus pintar-pintar membagi waktu agar pelajaran sekolah tidak terganggu. Sebab, bisa-bisa eskul justru menjadi kambing hitam atau alasan untuk malas mengikuti kegiatan eskul akibat letih. Untuk bisa tetap aktif, paling tidak harus mampu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh sehingga segala aktifitas bisa dilakukan dengan baik. “Kita juga dapat melakukan setiap tanggung jawab yang diberikan baik di kelas, maupun di luar kelas seperti tanggungjawab berorganisasi. Jangan sekali-kali menyalagunakan organisasi khususnya untuk kepentingan pribadi.

Tips jitu untuk membagi waktu berorganisasi dan belajar:
1. Bagi waktu
Buat jadwal kegiatan rutin. Misalnya, pada jam sekolah usahakan waktu belajar tidak terganggu oleh kegiatan organisasi.\

2. Posisi menentukan
Cari posisi diorganisasi yang tidak terlalu berat tugasnya dan pastinya sesuai dengan bidangmu.

3. Optimis berorganisasi
Ingatkan dirimu, kalau organisasi itu bukannya tidak penting. Ingat! Dengan berorganisasi kamu bisa terlatih untuk bersosialisasi dengan orang lain.

4. Ilmu oke, skill Organisasi Oke
Tamat sekolah, pastinya kamu tidak akan canggung lagi terhadap dunia keorganisasian, Seperti ketika kamu melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sudah Siap Buat Berorganisasi Sekarang kan, Sob? ^_^
Baca SelengkapnyaMembangkitkan Semangat Berorganisasi

Yang Muda Yang Berwirausaha

Sobat Blog Hot Motivasi... profesi sebagai wirausahawan selama ini belum begitu terlalu memikat generasi muda seperti kita. Iya, kan? Saat ditanya apa cita-cita kita, kebanyakan menjawab ingin jadi insinyur atau dokter. Jarang sekali yang sejak awal bercita-cita ingin menjadi seorang wirausahawan.

Kondisi ini disebabkan karena kancah wirausaha atau dunia bisnis masih jauh dari kehidupan remaja apalagi anak-anak. Kita tidak tahu atau belum tahu indahnya kancah wirausaha, sebab selama ini lingkungan yang ada memang kurang kondusif. Kita berangan-angan menjadi dokter atau insinyur, karena profesi tersebut dinilai sebagai profesi hebat dan menjanjikan imbalan finansial yang melimpah.Wajar saja jika generasi muda jarang sekali yang memiliki cita-cita akan terjun ke belantika wirausaha.

Padahal apabila kita tahu bagaimana indahnya berwirausaha, maka kita akan lebih memilih jadi wirausahawan dibanding menekuni profesi lain. Lebih lagi dalam kondisi ekonomi serba sulit seperti sekarang ini. Di saat kondisi ekonomi di negeri ini terpuruk, banyak profesi yang semula mampu mendatangkan finansial bagus ternyata dalam perkembangannya justru bagai telur di ujung tanduk. Sebab jadi karyawan di sebuah instansi, ternyata belakangan rawan terkena pemutusan hubungan kerja alias PHK. 

Bahkan instansi yang selama ini masuk kategori “basah” karena gaji karyawannya rata-rata tinggi, yang semula dikira sangat mantap, juga tetap rentan PHK. Makanya, wirausaha lah satu-satunya profesi mandiri, yang tidak kenal terhadap ancaman PHK. Mereka yang terjun di sektor wirausaha, sepanjang mau untuk bisa menekuninya terus, tidak ada yang bisa menjatuhkan vonis PHK kecuali dirinya sendiri.
Sebab seorang wirausahawan bisa bertindak sebagai karyawan sekaligus manajer dan owner bagi usahanya, sehingga maju atau mundurnya usaha tersebut tergantung dari kesungguhan yang bersangkutan. Jika kancah bisnis tersebut dijalani dengan tekun, kerja keras, penuh semangat dan tidak mudah putus asa, niscaya usaha tersebut pasti akan meraih sukses.

Nah, setelah melihat prospek dunia wirausaha, maka sudah saatnya kita mulai melatih diri menjadi seorang wirausahawan. Jiwa entrepreneur perlu kita tanamkan sejak dini, agar kelak bisa menjadi wirausahawan yang andal. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada usia 8 tahun, beliau sudah berkiprah menggembalakan kambing. Lepas dari profesi sebagai penggembala kambing, Nabi Muhammad lantas terjun sebagai pengusaha yang selalu jujur dan amanah. Bahkan pada saat usianya baru 12 tahun, beliau sudah mampu berdagang hingga ke manca Negara, yakni ke Syiria. 

Yang paling penting, dalam berdagang Nabi selalu jujur. Pantas kalau beliau diberi gelar Al-Amin atau orang yang patut dipercaya oleh masyarakat Quraisy.
Lantas, apa saja sih bekal untuk menjadi seorang wirausaha muda yang sukses? Apakah cukup dengan modal berani dan nekat? Untuk memulai dan menyemangati diri, dua itu cukup sih, Sob, hanya saja masih ada beberapa bekal yang diperlukan, seperti kegigihan dan tidak mengenal putus asa dalam berusaha.

Berikut beberapa kiat dan bekal sebelum menjadi enterpreneur sukses:
  1. Memiliki Sikap Mental Positif
    Salah satu kiat sukses dalam berwirausaha atau menjadi enterpreneur adalah sikap mental positif yang melekat pada diri seorang enterpreneur. Sikap mental adalah cara mengekspresikan atau mengkomunikasikan suasana hati kepada orang lain. Jika sikap mental kita positif, maka kita disebut sebagai orang yang memiliki sikap mental positif. Sebaliknya jika ekspresi kita kepada orang lain negatif, maka kita memiliki sikap mental negatif. Sikap mental positif merupakan sikap mutlak dan menonjol yang harus dimiliki seorang enterpreneur. Dunia wirausaha adalah dunia relasi sehingga sikap mental positif sangat mendukung kesuksesan berwirausaha.

2. Memiliki Mimpi dan berusaha mewujudkan
Mimpi adalah dasar seseorang dalam menjalankan kegiatan wirausaha. Seorang enterpreneur memulai kegiatan berwirausaha dari mimpi-mimpi dan harapan yang tinggi., yang dalam bahasa manajemennya disebut visi.
Mimpi merupakan sesuatu yang seakan-akan tidak mungkin dicapai. Mimpi akan sesuatu yang bersifat ideal tetapi juga memiliki kemauan untuk mewujudkan menjadi dasar kesuksesan seorang enterpreneur. Namun, meski memiliki mimpi yang tinggi, seorang enterpreneur tidak lupa melakukan tindakan nyata, tidak sekedar berangan-angan. Karena mimpi dan rencana besar saja tidak cukup bagi seorang enterpreneur, ia harus diikuti dengan tindakan nyata.

3. Strategi Sukses
Banyak orang sukses di sekitar kita dan banyak teori serta rahasia agar orang menjadi sukses. Enterpreneur selalu belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain. Berwirausaha tidak mengenal kata berhenti belajar, dan sudah sepatutnya kegagalan orang lain kita jadikan masukan agar tidak terulang pada usaha kita. Juga kesuksesan orang lain bisa dikembangkan menjadi kesuksesan bagi diri kita. Strategi untuk mengembangkan bisnis bisa berangkat dari adopsi dan perubahan strategi sukses bisnis orang lain.

4. Menerima Kegagalan
Tidak ada orang sukses yang tidak gagal sebelumnya. Waktu seorang anak kecil belajar naik sepeda, berapa kali dia terjatuh sebelum akhirnya dia bisa naik sepeda? Tapi setiap kali dia terjatuh, pernahkan dia menganggap bahwa ia telah gagal? Jawabannya tentu tidak!
Tidak pernah ada “Konsep Kegagalan” dalam kamus anak belajar naik sepeda, yang dilakukan adalah terus mencoba dan belajar. Begitupun dengan usaha menjadi enterpreneur, kegagalan bukan menyurutkan semangat tetapi justru menjadi pemicu untuk menjadi lebih baik. Jadi terimalah kegagalan, tapi jangan membuat berputus asa.

5.Doa
Tidak ada yang memiliki kuasa yang lebih tinggi kecuali kuasa dari Allah. Jika Ia menghendaki kita berhasil, maka kita akan berhasil. Tetapi kita dianjurkan untuk meminta keberhasilan itu, dan janji-Nya akan mengabulkan permohonan hambanya. So, berdoa yang banyak biar usaha kita makin sukses.

Di atas itu semua, sudah sepatutnya kita bisa belajar dari kesuksesan David Kinch, juru masak sekaligus pemilik sebuah restoran di California. Restoran David Kinch yang bernama Manresa merupakan salah satu dari 50 restoran terbaik di dunia. Dalam sebuah interview dengan San Jose Mercury News, Kinch menjelaskan bagaimana ia memulai membangun bisnisnya di sebuah restoran New Orleans di usianya yang baru 15 tahun. Kinch menjelaskan bahwa ketika memulai bisnisnya pertama kali, dia sangat mencintai pekerjaaannya.

Di sinilah pentingnya passion dalam berbisnis, adalah untuk merekatkan antara diri sang entrepreneur dan bisnis yang tengah dijalaninya. Memang kita tak bisa memilih untuk menekuni bisnis apa yang kita jalani, terkadang pertimbangan finansial menjadi alasan utama mengapa kita memilih satu bisnis ketimbang yang lain. Yang tergambar dari seluruh wirausaha sukses adalah bahwa mereka menjalankan bisnis dipengaruhi oleh semangat dan keyakinan teguh mereka mengenai apa yang mereka hasilkan.

Mereka, para wirausahawan sukses tersebut lebih memilih bisnis yang sesuai dengan minat mereka ketimbang memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Misalnya saja saat ini sedang trend bisnis pakaian online yang melibatkan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Daripada ikut-ikutan terjun ke bisnis pakaian yang kita tidak sukai, mungkin bisa mencoba sesuatu yang kita minati sebelumnya. Untuk yang menyukai dunia sastra dan memiliki koleksi buku-buku lama, maka kenapa tidak menjadikannya uang dengan menjualnya apabila sudah tak memerlukannya lagi.

Mungkin sekarang yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana menemukan minat atau passion tersebut?Beberapa ahli mempercayai hanya dengan mengikuti minat dan bakatlah, seseorang dapat menggali kemampuannya yang terbaik. Menurut Bill Strickland, seorang penulis buku ”Make the impossible possible” mengatakan bahwa dia belum pernah mendapati sebuah kehidupan yang berjalan demikian baik tanpa dilandasi dengan passion.

Jika kita memilih untuk menjalani sebuah bisnis atau franchise hanya karena teman kita meraih kesuksesannya di bisnis tersebut, maka kita melakukan kesalahan besar. Jangan pernah melihat kesuksesan orang lain dalam memilih bisnis apa yang akan kita jalankan. Pilihlah berdasarkan apa yang kita suka dan tentunya harus diperhitungkan dengan sangat rasional. Di sinilah diperlukan tujuan bisnis dan business plan yang telah tersusun dengan sangat jelas. Sekali lagi passion tetaplah landasan utama ketika kita menjalani sesuatu baik itu bisnis maupun aktivitas lainnya dalam kehidupan.

Jangan pernah menyerah untuk apa yang kita telah lakukan karena kesuksesan itu takkan datang semerta-merta. Dalam berwirausaha, semua harus dilalui dengan kerja keras dan tantangan. Yang perlu diingat adalah mulailah dengan sesuatu yang kita, maka insya Allah keuntungan akan mengalir dengan sendirinya.

Semangat berwirausaha, Sob! ^___^
Baca SelengkapnyaYang Muda Yang Berwirausaha

13 JURUS MENGHILANGKAN KEBIASAAN BURUK


Sobat Blog Hot Motivasi, pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di tengah jalan begitu saja.

Menghilangkan kebiasaan buruk memang tidak gampang, Sob. Namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Masalahnya adalah kita terkadang tidak benar-benar percaya apakah kebiasaan buruk itu bisa dihilangkan dan dihentikan selama-lamanya dalam diri kita.

Berikut merupakan 13 jurus yang dapat dipraktekkan untuk memusnahkan kebiasaan buruk yang sering kita perbuat:

1. Percaya Kita Bukanlah Kebiasaan Buruk KitaUntuk bisa menghilangkan kebiasaan buruk, terlebih dahulu kita harus percaya bahwa kita bukanlah orang yang punya kebiasaan buruk seperti itu. Logikanya, ketika kita yakin bahwa diri kita adalah kebiasaan buruk kita, maka kita akan berpikir “memang itulah saya! kalo saya mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu maka saya tidak menjadi diri sendiri! saya tidak bisa!”

Tapi kalau kita yakin bahwa kita bukanlah kebiasaan buruk kita, maka kita akan berpikir, “Saya bukan orang yang seperti itu! saya akan melakukan segala cara untuk bisa menghilangkannya!”

2. Percaya Bahwa Itu Bukan “Kebiasaan”
Sebenarnya mengatakan bahwa itu adalah “kebiasaan buruk” akan memperkuat melekatnya hal itu pada diri kita. Kata “kebiasaan” sudah tertanam di benak semua orang sebagai sesuatu yang teramat sulit untuk diubah/dihilangkan. Maka kita perlu mengganti kosa kata kita. Jangan mengatakan “kebiasaan”. Lebih baik katakan “sesuatu yang tidak baik” atau “kekhilafan”. Tujuannya adalah untuk mengubah persepsi otak kita bahwa kita pasti bisa dan harus segera bisa menghilangkannya.

3. Asosiasikan Penderitaan Dan Kejelekan!Anthony Robbins, motivator no. 1 sejagad, mengatakan hanya ada 2 hal yang mempengaruhi kehidupan manusia secara keseluruhan, yakni kesenangan dan kepedihan. Alasan mengapa seseorang melakukan apa yang mereka lakukan dan menghindari apa yang tidak mereka lakukan adalah 2 hal ini. Karena mereka ingin mendapatkan kesenangan dan ingin menghindari kepedihan.

Nah, kebiasaan buruk terjadi karena kita menghubungkan kebiasaan buruk itu dengan kesenangan yang akan kita dapatkan. Misalnya merokok. Semua perokok, pasti lebih cenderung memikirkan kesenangan dari merokok. Bukan penderitaannya. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok atau apapun yang lainnya, hubungkanlah kebiasaan buruk itu dengan kepedihan dan penderitaan.

4. Fokus Pada Diri KitaKalau kita percaya kita bukanlah kebiasaan buruk kita, berarti kita adalah kebiasaan baik kita. Fokuslah pada kebiasaan baik diri kita. Katakan “saya adalah orang yang senang tersenyum!” atau “Saya punya kebiasaan menyisihkan sebagian uang saya untuk disumbangkan!” Katakan yang sebenarnya mengenai kebaikan diri kita.

5. Alihkan Fokus KitaKetika keinginan untuk melakukan kebiasaan buruk itu datang, alihkan fokus pikiran kita pada sesuatu hal yang lain yang lebih menarik. Ingat! yang lebih menarik. Bukan sembarang mengalihkan fokus pikiran, tetapi mengalihkannya kepada sesuatu yang benar-benar lebih menarik.

6. Temukan Solusi dan Ceritakan Pada Orang Lain!Alih-alih fokus pada diri sendiri, fokuslah pada membantu orang lain menghilangkan kebiasaan buruk mereka. Jika seseorang bertanya, bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk merokok, ceritakan apa yang biasa dilakukan untuk mengatasinya pada diri kita. Ini akan membantu otak kita untuk fokus pada solusinya bukan pada masalahnya. Jadi di samping membantu orang lain, sebenarnya kita sedang membantu diri sendiri.

7. TulisJangan hanya berkomitmen. Tapi tulislah komitmen untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu di kertas. Tulis Jenis Kebiasaan buruk yang ingin dihilangkan. Dan cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya.  Menceritakan komitmen kita kepada orang lain, akan lebih menguntungkan.
 
8. Jangan Berubah Untuk Orang Lain
Seringkali demi cinta dan sayang terhadap seseorang kita rela berubah. Misal, demi si fulanah, gue rela nggak lagi pake narkoba. Tetapi sebenarnya, tanpa motivasi dalam diri yang kuat, kecenderungan untuk berhenti di tengah jalan dapat terjadi.

Lakukan sebaliknya, kita dapat melibatkan orang tercinta sebagai faktor pendorong motivasi sementara motivasi utama tetap berasal dari dalam diri demi kebaikan diri sendiri. Misalnya melakukan sesuatu demi kesehatan atau meningkatkan kepercayaan diri. “Gue tau… make narkoba bisa merusak otak gue. Gue akan berhenti!”

9. Jangan Bercermin di Kesalahan Orang Lain
Keberhasilan yang diraih seseorang dalam waktu singkat belum tentu dapat terjadi sama persis terhadap diri kita. Setiap orang memiliki pengalaman uniknya sendiri. Proses yang lamban, namun menunjukkan kemajuan, lebih baik dari proses instan yang berhasil hanya untuk sementara.

10. Beri Reward
Beri hadiah kecil untuk diri sendiri saat berhasil meraih kemajuan. Hadiah menjadikan proses berat untuk menghilangkan kebiasaan buruk menjadi lebih menyenangkan. Ada bonus lain yang memacu untuk keras berusaha. Misalnya saat kita berhasil mengurangi konsumsi junkfood selama sebulan, kita berhak mendapatkan sepatu atau tas baru. Akan tetapi jangan sampai hadiah ini menjadi kebiasaan buruk yang baru, hingga kita tergantung padanya.


11. Hindari Aktivitas yang memancing baliknya kebiasaan buruk
Jika kita ingin mengerem perilaku boros, mau tidak mau kita harus mengurangi hobi jalan-jalan ke mal. Pun demikian halnya jika kita berniat berhenti mengemil. Akan sulit dilakukan jika kita tetap melewatkan waktu dengan menonton televisi berjam-jam, pergi ke bioskop, atau berkumpul bersama rekan dan berbincang hingga lupa waktu. Hindari aktivitas yang mengundang kembalinya kebiasaan yang ingin kita hilangkan.

12. Cari Kebiasaan Pengganti
Menghentikan kebiasaan buruk, artinya menghapus salah satu bagian dari pola hidup kita. Jika kita memotong begitu saja kebiasaan tersebut, ada kekosongan yang terjadi dalam keseharian kita. Akibatnya timbul ketidaknyamanan yang jika tidak diatasi akan mendorong kita untuk kembali ke kebiasaan lama. Maka, yang harus kita lakukan adalah mencari kebiasaan pengganti yang lebih baik.

13. Perbaiki Shalat kita!
Rasulullah s.a.w bersabda, "Barang siapa shalatnya tidak menghalanginya dari perbuatan kejahatan dan kemungkaran,maka tidak ada shalat baginya." (HR.Abu Daud-Durrul Mantsur) 
Shalat adalah amalan yang sangat bernilai. Apabila shalat kita kerjakan dengan tertib, akan menyebabkan tercegahnya kita dari segala hal yang tidak kita inginkan.
Banyak sekali Hadits Shahih yang menyebutkan mengenai hal ini. Diantaranya ibnu Abbas r.a berkata."Shalat menghentikan kita dari berbuat dosa dan shalat menyelamatkan kita dari dosa-dosa."

Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan hal yang sama. Abdullah bin Mas'ud r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda,"Barang siapa tidak mengiringi shalatnya dengan ketaatan,maka itu bukanlah shalat. Ketaatan yang mengiringi shalat adalah rasa malu dan meninggalkan perbuatan buruk."(Al-hadits)

Abu Hurairah r.a menceritakan tentang seseorang yang bercerita kepada Rasulullah s.a.w bahwa ada orang yang shalat tahajjud di malam hari dan pagi harinya ia mencuri. Rasulullah s.a.w bersabda,"Dalam waktu dekat shalat itu akan menghentikanya dari perbuatan tersebut."(Durrul-Mantsur)

Dari hadits ini kita mengetahui bahwa jika seseorang yang selalu menyibukan diri dengan perbuatan maksiat, maka hendaknya ia betul-betul menyibukkan diri dengan shalat yang benar. Oleh karena dengan shalatnya itu perbuatan buruknya lama-lama akan hilang.

Setiap perbuatan buruk akan sukar untuk dihilangkan dan akan membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi jika kita betul-betul memperhatikan masalah shalat dan benar-benar menjaganya, maka akan mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk dan juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan barokah shalat, maka dengan sendirinya kebiasaan buruk itu akan hilang.

Yuuk sama-sama kita praktekkan 13 jurus di atas Sob! Semoga kebiasaan buruk segera ngabuuur…
Baca Selengkapnya13 JURUS MENGHILANGKAN KEBIASAAN BURUK